Jumat 11 September 2020, 21:34 WIB

Emoh PSBB Total, Bima Arya Minta Anies Matangkan Konsep

Dede Susianti | Megapolitan
Emoh PSBB Total, Bima Arya Minta Anies Matangkan Konsep

Dok MI
Ilustrasi

 

WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mematangkan terlebih dahulu soal rencana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota 

Hal itu disampaikan Bima seusai rapat dengan Anies dalam konpersi pers yang digelar di Balai Kota, Jumat (11/9).

"Kalau pertanyaannya Bodebek, mengikuti Jakarta? Nah, Jakarta sendiri masih harus dimatangkan dulu. Itu poin pertamanya,"ungkap Bima.

Poin kedua, lanjut Bima, pihaknya ingin menyelaraskan diri. Menurutnya Kota Bogor membutuhkan update hasil koordinasi dari kementerian terkait, Gubernur Jakarta dan Gubernur Jabar.

Di dua kesempatan itu, Bima juga meminta Anies untuk memperjelas kebijakan PSBB total terhadap wilayah penyangga, khususnya Kota Bogor.

"Bagaimana kebijakan Jakarta tentang izin keluar masuk. Ini harus clear. Kemarin saya bilang ke pak gubernur, tapi katanya belum sampai ke sana," ujarnya.

Bima menjelaskan plus minus jika Jakarta menerapkan PSBB total terhadap Kota Bogor.

Menurutnya, jika Jakarta PSBB total akan banyak warga Bogor yang biasa kerja di Ibu Kota melakukan WFH (work from home). Dengan begitu, lanjutnya, kemungkinan terpaparnya jadi kecil.

"Itu plusnya, sehingga tidak membawa virus dari luar,"katanya.

Namun lanjutnya, yang harus diantisipasi adalah lonjakan wisatwan warga Jakarta yang mungkin akan ke Bogor. 

"Nah ini tentu harus kita antisipasi. Jadi artinya, urusan kita dengan Jakarta, bukan hanya orang yang kerja saja. Tapi ada orang-orang lain yang mempunyai keluarga dan sebagainya. Ini bagaimana, kan harus jelas bagi warga kita yang punya aktifitas di Jakarta,"jelasnya.

Ia menegaskan, jika Gubernur Anies tetap berkukuh akan menerapkan PSBB total, maka, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan khusus terkait protokol kesehatannya.

"Begitu Jakarta PSBB total, kita akan perketat protokol kesehatan. Arus masuk tidak mudah untuk dicegah, tapi protokol kesehatan sangat mungkin untuk ditegakkan. Artinya, kalau warga Jakarta ingin buat cafe penuh dan kemudian tidak mengikuti protokol kesehatan, ya engga usah masuk ke situ. Kira- kira begitu," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/Susanto

Usai Libur Lebaran, Pusat Perbelanjaan Terpantau Sepi Pengunjung

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 21:49 WIB
"Wah, hari Minggu kemarin ramai banget. Puncaknya itu. Ditambah di sini masih ada promo-promo jadi orang pada antre," kata...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kali Pesanggrahan Meluap, Enam RT di Jaksel Banjir

👤Selamat Saragih 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:30 WIB
Adapun permukiman yang terendam air merupakan dataran rendah yang dekat dengan bantaran Kali...
ANTARA/Aprillio Akbar

BKD DKI Sebut tak ada ASN DKI Langgar Peraturan Mudik

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:22 WIB
Sejauh ini menurutnya, para ASN mematuhi edaran yang diterbitkan untuk tidak melakukan mudik guna mencegah penularan virus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya