Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang dirilis pada 1 September lalu menunjukkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke DKI Jakarta melalui 2 pintu masuk yaitu Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma selama Juli 2020 mengalami peningkatan dibandingkan Juni 2020.
Sebaliknya jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan sangat tajam.
"Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke DKI Jakarta melalui 2 pintu masuk pada Juli 2020 naik 240,48% dibandingkan bulan sebelumnya, di mana 924 kunjungan pada Juni 2020 menjadi 3,146 kunjungan Juli 2020. Sebaliknya jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman Juli 2020 turun 98,82%," kata Kepala BPS DKI Buyung Airlangga dalam keterangan resminya.
Secara total kunjungan dari lima negara terbesar yang berkunjung ke DKI Jakarta pada Juli 2020 sebanyak 1.776 kunjungan atau 56,45% dari keseluruhan kunjungan ke DKI Jakarta. Lima negara tersebut adalah Tiongkok, 988 kunjungan (31,45); Korea Selatan, 409 kunjungan (13%); Jepang, 181 kunjungan (5,75%); Amerika Serikat, 107 kunjungan (3,4%); dan Australia, 91 kunjungan (2,89%).
Baca juga : Tingkat Hunian Hotel Berbintang Di Jakarta Mulai Naik
Peningkatan kunjungan wisman pada Juli tahun 2020 tercatat 240,48% terhadap bulan Juni 2020, dan ini merupakan peningkatan yang cukup tajam selama empat tahun terakhir.
Wisman asal Tiongkok kembali masuk dalam lima negara terbesar yang berkunjung ke DKI Jakarta dan tetap berada di posisi pertama, Korea Selatan dan Jepang masih tetap di posisi kedua dan ketiga seperti bulan lalu.
Posisi wisman asal Amerika Serikat mengeser posisi wisman asal Taiwan di urutan keempat. Demikian pula wisman asal Australia berada di urutan kelima yang menggeser posisi wisman asal Inggris. (OL-7)
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Program Stay 24 Hours diberlakukan selama 1 hingga 28 Februari 2026 sebagai promosi awal, seiring dengan pertama kalinya inovasi layanan ini digencarkan oleh Next Hotel Yogyakarta
Kolaborasi lintas pelaku industri pariwisata dinilai berperan dalam memperluas akses wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi regional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved