Kamis 27 Agustus 2020, 14:50 WIB

Pengamat Sebut Berbahaya Bagi Pesepeda Masuk Tol

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengamat Sebut Berbahaya Bagi Pesepeda Masuk Tol

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Warga bersepeda di jalan layang nontol (JLNT) Antasari-Blok M, Jakarta Selatan

 

Direktur Eksekutif Intrans Deddy Herlambang menyebut berbahaya bagi pesepeda untuk diizinkan masuk jalan tol meski untuk sepeda balap yang pengemudinya sangat memikirkan keamanan dan keselamatan.

Hal ini ia sampaikan untuk menanggapi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang meminta izin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pesepeda khususnya sepeda balap (road bike) bisa melintas di jalan tol lingkar dalam Cawang-Tanjung Priok khusus pada Minggu pukul 06.00-09.00 WIB.

Pemprov DKI meminta satu sisi, yakni sisi Barat digunakan khusus pesepeda pada waktu tersebut. Lalu, kendaraan bermotor hanya dapat menggunakan sisi Timur untuk dua arah.

Deddy memaparkan belajar dari penyelenggaraan Kawasan Khusus Pesepada (KKP) tiap akhir pekan di jalan layang non tol Antasari (yang kemudian ditiadakan), masih banyak pesepeda yang melintasi jalan layang tersebut.

"Akhirnya pesepeda yang masih nekat melintas, meski KKP ditiadakan di atas jalan itu, tertabrak kendaraan bermotor," kata Deddy dalam keterangan resminya, Kamis (27/8).

Skenario lain, apabila lajur sisi Barat tol tidak ditutup, sepeda juga berjalan bersama kendaraan bermotor. Untuk keselamatan pesepeda di tol, kecepatan kendaraan bermotor di tol akan dipaksa berjalan di bawah 60 kilometer (km) per jam.

Baca juga: DPRD Minta Batalkan Jalur Sepeda di Tol Bila tak Penuhi Syarat

Kemudian, mengingat jalur sepeda yang ada di tol tersebut bukan permanen, sehingga tidak mungkin dibuatkan pembatas beton sepanjang 16 km untuk pembatas keselamatan jalur sepeda.

"Lalu jalur sepeda di tol akan lewat di mana? Sementara bahu jalan tol sendiri untuk jalur darurat dan jalur patroli operator jalan tol," tegasnya.

Belum lagi ruas tol tersebut, imbuh Deddy, setiap hari termasuk akhir pekan dilewati truk-truk besar yang tentunya berjalan di jalur tol sebelah kiri. Alhasil, jalur sepeda dan jalur kendaraan besar (truk) akan dijadikan satu di sebelah kiri jalan tol. Ini sangat jelas tidak mungkin.

"Jalan tol harus kembali ke khitahnya sebagai jalan bebas hambatan agar cepat sampai tujuan," tegas Deddy.

Deddy menambahkan nampaknya secara teknis moda sepeda tetap sulit dilaksanakan untuk melintasi jalan tol ruas Cawang-Tanjung Priok.

Hal ini belum dihitung kerugian rupiah penyedia jasa jalan tol dan kerugian (waktu dan dana) bagi pengguna jalan tol lainnya bila jalan tol ditutup antara pukul 06.00–09.00 WIB.

Deddy menyarankan agar Pemprov DKI mengoptimalkan jalan reguler antara Cawang sampai Tanjung Priok di bawah ruas tol layang tersebut agar dipakai oleh sepeda. "Sebab seharusnya sudah ada jalur khusus sepeda di setiap jalan umum di DKI Jakarta," pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

Antara

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Korlantas Perketat Pengawasan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 16:00 WIB
Mengacu data Kemenhub, ada sekitar 1,5 juta orang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada libur Lebaran. Sehingga, Polri harus melakukan...
Antara

Perketat Arus Balik, Polda Metro Jaga 4 Titik Krusial

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 14:45 WIB
Warga yang sudah terlanjur mudik Lebaran diminta membawa surat bebas covid-19 saat kembali ke wilayah Jakarta. Sebab, petugas akan...
MI/Adam Dwi

Halau Pengunjung, 520 Polisi Bersiaga di Sekitar Ancol

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 13:27 WIB
Langkah ini menyusul pengunjung Taman Impian Jaya Ancol yang membludak pada masa libur Lebaran. Pengelola pun terpaksa menutup sementara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya