Jumat 07 Agustus 2020, 13:31 WIB

DKI Siapkan Aplikasi untuk Cek Pelanggaran yang Berulang

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DKI Siapkan Aplikasi untuk Cek Pelanggaran yang Berulang

MI/Bary Fathahilah
Petugas memberikan sanksi terhadap pelanggar PSBB seperti menyapu jalan raya, memberi hormat dan menyanyikan Indonesia di depan umum

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggodok aturan denda progresif. Salah satu instrumen yang digunakam untuk mengecek siapa saja warga yang kerap melanggar protokol kesehatan melalui sebuah aplikasi.

"Untuk mengetahui ini orang mengulangi lagi kan harus ada satu alat. Caranya dengan apa? Dengan membangun sistem aplikasi. Jadi kami menggunakan aplikasi, enggak lagi manual ya," ungkap Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, Jakarta, Jumat (7/8).

Adanya aplikasi itu, katanya, untuk mengefisienkan kinerja Satpol PP dalam menindak suatu pelanggaran. Baik ke individu maupun pihak perusahaan yang melanggar protokol.

Baca juga: Ada Tambahan Waktu Sanksi Kerja Sosial Bagi yang tak Pakai Masker

Arifin pun menjelaskan, aplikasi tersebut bakal menunjukkan data warga yang sudah pernah melanggar protokol seperti tidak memakai masker. Apabila ketahuan ada satu warga yang sudah melanggar lebih dari satu kali, maka sanksi yang diberikan berlipat.

"Sekarang kalau ada aplikasi misal difoto itu nanti keluar datanya kalau memang dia sudah pernah dikasih sanksi ada alertnya (pemberitahuannya) bahwa yang bersangkutan sudah pernah kena sanksi. Nah kayak gitu baru kena sanksi progresif," jelas Arifin.

Pihaknya bakal menambah waktu sanksi kerja sosial bagi pelanggar masker. Hal itu katanya, sebagai efek jera bagi warga yang mengabaikan protokol kesehatan itu.

Namun, untuk jumlah denda Arifin belum memberikan detailnya. Seperti diketahui denda bagi yang tidak memakai masker ialah Rp250 ribu.

"Bisa jadi setengah hari dia suruh kerja. Seperti menyapu terus, kerja banyak bersih-bersih," kata Arifin.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhanah menyebut aturan denda progresif tengah digodok pihaknya. Pihaknya bakal mengevaluasi pelanggaran protokol kesehatan selama PSBB transisi ini

"Sedang proses penyusunan sambil evaluasi sanksi ya g selama ini sudah dilaksanakan. Denda dan kerja sosial merupakan sanksi, penerapanya tergantung pelanggaran yang dilakukan," tutur Yayan.(OL-5)

Baca Juga

DOK MI

Polisi Tepis Terjadi Pembegalan Pesepeda Di Bintaro

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 21:31 WIB
Polisi menepis kabar terjadinya pembegalan pesepeda di kawasan Bintaro, Tangsel, beberapa waktu...
Antara

7.614 Sekolah di Jakarta Sudah Gelar PTM Terbatas

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 18:37 WIB
Dengan diterapkannya kebijakan PPKM level 2 di wilayah DKI Jakarta, durasi jam belajar siswa di sekolah selama PTM terbatas pun...
Antara

Harga PCR Turun, Wagub DKI: Warga Kian Mudah Bisa Tes PCR

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 17:51 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa harga tes PCR di Ibu Kota bakal segera turun. Adapun penurunan tersebut...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya