Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDAN Pusat Polisi Militer TNI (POM TNI) Mayjen Eddy Rate Muis mengungkapkan kronologis pembunuhan Babinsa Tambora Serda HSP.
Kejadian berawal saat tersangka, Letda RW, datang ke Hotel Mercure Tambora pada 22 Juni sekitar pukul 01.50 WIB. Tersangka RW datang dalam kondisi setengah mabuk setelah mengonsumsi minuman alkohol.
"Yang bersangkutan (pelaku) ingin bertemu dengan pacar tersangka. Mereka belum pernah bertemu baru berkenalan di media sosial. Dan hari itu yang bersangkutan ingin ketemu di darat, datang ke Hotel Mercure," ujar Eddy di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (2/7).
Baca juga: Kalah Gugatan Penutupan Diskotek, DKI: Kami Sudah Sesuai Aturan
Saat tersangka tiba di hotel, tersangka dihalangi petugas untuk masuk. Hal itu dikarenakan Hotel Mercure merupakan salah satu tempat karantina bagi warga masyarakat terkait virus korona atau covid-19.
"Pertama, yang masuk ke hotel itu adalah orang-orang yang sudah diperiksa. Kedua, yang masuk hotel adalah para petugas. Selain itu tidak boleh masuk apalagi berkunjungnya pada malam atau dini hari. Tetapi yang bersangkutan karena pengaruh minuman keras, tetap memaksakan untuk masuk sehingga dihalangi," tutur Eddy.
Baca juga: Kualitas Air Krukut Bermasalah, Suplai IPA Cilandak Terganggu
Tak terima dihalangi, tersangka RW melakukan perusakan di dalam hotel dan penembakan sebanyak dua kali. RW menembak gagang pintu hotel yang terkunci.
Setelah itu, menembak lagi ke atas. Tersangka masuk lewat pintu belakang dan merusak properti hotel.
"Kemudian datang petugas dari Polsek dan Koramil, dalam hal ini ada Babinsa. Petugas datang karena ada laporan dari security hotel setelah mendengar suara tembakan," ujarnya.
Tiba di hotel, Babinsa Serda HSP, berpapasan dengan tersangka yang baru turun dari lantai 1. "Kemudian terjadi cekcok, dan dalam kondisi mabuk, tidak terima, tersangka kemudian mengejar korban dengan menggunakan senjata tajam badik," terang Eddy.
Korban akhirnya ditusuk dari belakang setelah sempat dikejar tersangka hingga terjatuh. Saat sudah terjatuh, tersangka menusuk korban kembali hingga mengakibatkan meninggal dunia.(X-15)
Komandan PMPP TNI menjenguk personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S di Beirut. Simak komitmen perlindungan TNI bagi Pasukan di tengah konflik Libanon.
Teddy Indra Wijaya dinilai sebagai perwira muda dengan kepemimpinan menjanjikan. Hendropriyono menyoroti integritas, kerendahan hati, dan kapasitasnya.
Jenazah Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar tiba di Cimahi dan disambut ratusan pelayat. Almarhum akan dimakamkan secara militer di TMP Cikutra Bandung.
Mengenal sosok Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di mata keluarga. Dikenal saleh, rendah hati, dan gemar bermain musik sebelum mengabdi di Akademi Militer.
Jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon disambut melalui upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.
PENGAMANAN di area gedung Terminal 3 VVIP, Bandara Internasional Soekarno Hatta,Tangerang, diperketat menjelang kedatangan tiga jenazah prajurit TNI dari UNIFIL yang gugur di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved