Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hasil Rapid Test di 58 Kelurahan di DKI, 4% Reaktif Covid-19

Putri Anisa Yuliani
02/6/2020 19:48
Hasil Rapid Test di 58 Kelurahan di DKI, 4% Reaktif Covid-19
Warga di DKI mengikuti rapid test Selasa 26 Mei lalu. Hari ini, (2/6) serupa digelar di 58 kelurahan di jakarta( MI/RAMDANI)

PEMPROV DKI Jakarta melanjutkan rapid test di lima wilayah serta pada Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

Rapid tes difokuskan pada 58 kelurahan berdasarkan pertimbangan epidemiologi. Selain itu, mereka yang mengikuti rapid test adalah warga dengan risiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, dan warga dengan penyandang penyakit berat.

"Sebanyak 143.367 orang yang telah menjalani rapid tes dengan persentase reaktif 4%. Rinciannya 5.683 dinyatakan reaktif covid-19 dan 137.684 orang dinyatakan non-reaktif," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Ani Ruspitawati dalam konferensi pers daring pada Selasa (2/6).

Ani menyebut untuk warga dengan hasil reaktif maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab PCR.

"Apabila hasilnya positif akan dirujuk ke RS Wisma Atlet, rumah sakit, atau isolasi diri di rumah," jelasnya.

Untuk diketahui, rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus korona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus korona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus korona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus korona atau covid-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus korona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya