Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM telah merilis realisasi penanaman modal Triwulan I 2020.
Dalam laporan tersebut tercatat realisasi penanaman modal di Provinsi DKI Jakarta adalah sebesar Rp20,1 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai US$ 0,91 miliar atau setara Rp13,1 triliun dengan kurs APBN 2019 US$1= Rp 14.400 dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7 triliun.
Realisasi PMA Provinsi DKI Jakarta menempati urutan pertama secara nasional. Menanggapi hal ini Kepala
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra menilai bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi sekalipun pada kondisi pandemi.
“Triwulan pertama ini memang cukup berat karena adanya pandemi Covid-19 yang berdampak padapelemahan perekonomian dunia. Namun tentunya masih ada kabar baik dimana Jakarta masih menjadi yang terdepan dalam hal pencapaian realisasi investasi Penanaman Modal Asing. Kami terus berusaha dapat meraih target realisasi investasi 2020 yang telah ditetapkan, sebesar Rp110 triliun,” ujar Benni dalam keterangan persnya, Jumat, (8/5).
Benni mengungkapkan pada Triwulan I ini sektor usaha yang menopang realisasi PMA di Jakarta didominasi oleh bidang usaha telekomunikasi.
Sementara untuk realisasi PMDN Benni mengaku bahwa ada beberapa proyek besar yang belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Untuk hal ini dirinya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan BKPM RI sekaligus menyusun strategi dalam meningkatkan realisasi investasi di tengah pandemi.
“Kondisi pandemi Covid-19 ini berdampak pada sistem kerja perkantoran di Jakarta. Oleh karenanya, masih ada beberapa proyek yang memiliki nilai investasi besar namun belum menyampaikan Laporan Kegiatan
Penanaman Modal (LKPM). Untuk itu kami terus melakukan koordinasi intensif dengan BKPM sekaligus
membahas strategi dalam meningkatkan realisasi investasi di tengah Pandemi Covid-19,” imbuh Benni.
Benni merinci realisasi investasi DKI Jakarta terdiri dari realisasi PMA sebesar Rp13,1 triliun dengan 3.994
proyek dan merupakan tertinggi di Indonesia berdasarkan lokasi serta realisasi PMDN sebesar Rp7 triliun dengan 2.963 proyek.
“Total terdapat 6.957 proyek PMA dan PMDN yang tercatat dalam Realisasi Investasi selama Triwulan 1 2020. Jumlah proyek investasi di DKI Jakarta merupakan yang terbanyak secara nasional. Hal ini membuktikan bahwa investasi masih menggeliat di tengah Pandemi. Semoga ini berita baik bagi perekonomian Ibu Kota,” ujar Benni.
Lebih lanjut Benni merinci Kota/Kabupaten Administrasi di Provinsi DKI Jakarta yang mencatatkan kinerja realisasi investasi selama Periode Triwulan I Tahun 2020 yaitu Jakarta Selatan sebesar Rp10,7 triliun (53,2%); Jakarta Pusat Rp4,7 triliun (23,6%); Jakarta Timur Rp2,6 triliun (12,7%); Jakarta Barat Rp1,6 triliun (7,8%) dan; Rp0,5 triliun (2,6%) untuk wilayah Jakarta Utara dan Kabupaten Administarsi Kepulauan Seribu.
“Jakarta Selatan menjadi kota administrasi yang mencatatkan realisasi investasi baik PMA dan PMDN tertinggi pada periode Triwulan I 2020,” ujarnya. (OL-8).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Tren kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut. Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup pada rekor tertinggi baru di level 8.051,1 atau naik 0,53%.
Sejak awal tahun hingga 3 Juli 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp52,95 triliun dan Rp34,72 triliun.
Sejak awal tahun ini hingga 15 Mei 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp52,23 triliun dan Rp20,54 triliun.
DI tengah ketidakpastian global dan naiknya tensi geopolitik, Indonesia justru mencuri perhatian sebagai salah satu primadona investasi asing di kawasan Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved