Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH ditunjuk menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang baru, Irjen Boy Rafli Amar membeberkan langkah awalnya untuk memberantas terorisme di Indonesia. Menurutnya, BNPT tak da pat bekerja sendiri menderadikalisasi para teroris serta menangani jejaring terorisme di Indonesia. Maka itu, ia berencana akan mengoptimasi dan menggabungkan semua unsur kekuatan negara dalam mengeliminasi bahaya terorisme di Indonesia.
"Kami menyinergikan di antara kekuatan yang dimiliki negara, termasuk Polri dan TNI, unsur penegak hukum, serta yang tergabung dalam criminal justice system (CJS)," ujar Boy di Jakarta, kemarin. Bukan hanya itu, Boy juga akan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh adat untuk bersinergi dalam menangani masalah terorisme di Indonesia yang tidak kunjung usai.
Dalam mereduksi dampak radikalisme terhadap teror, Boy mengungkapkan faktor literasi dan edukasi kepada masyarakat harus lebih dimaksimalkan. "Caranya dengan memperkuat nilai-nilai luhur bangsa," tutur Boy. Demi memberantas terorisme yang menyebar di Indonesia, Boy akan berpedoman kepada upaya penegakan hukum yang terukur.
"Didasarkan kepada hasil proses penyelidikan dan ataupun hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama ini. Yang pentng itu suatu proses hukum yang berkelanjutan," ucap Boy. Terkait soal peta terorisme yang ada di Indonesia saat ini, Boy belum bisa memerinci hal tersebut. "Setelah dilantik, akan saya coba jelaskan," tuturnya. (Ykb/Tri/J-1)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved