Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta sulit efektif. Hal ini mengingat wilayah DKI terhubung dengan daerah penyangga lain.
"Beda dengan Bangka Belitung, Bali, yang mudah untuk membatasi mobilitas orang karena hanya ada udara dan laut saja tapi DKI ini dengan kawasan satelit sekitarnya hampir tidak ada batasnya," jelas Tito di Jakarta, Kamis (23/4).
Baca juga:Larangan Mudik, Mobil ke Luar Jakarta Meningkat 27 Persen
Daerah Bekasi, Tangerang dan Depok yang saling terhubung dengan Jakarta sulit untuk menutup akses.
Tito juga menuturkan, dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta tersebut, membuat DKI Jakarta memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, ditambah mobilitas masyarakat daerah penyangga yang menyumbang angka kemacetan lalu lintas
Dari pembatasan ini, Tito, menunjuk kasus di India, yang tanpa persiapan yang matang akan menimbulkan kekisruhan. Pembuatan kebijakan pembatasan ini, kata Tito, betul-betul harus memenuhi sejumlah syarat.
Baca juga:Ingatkan Anies, Tito: Lockdown Tidak Cocok untuk Jakarta
"Yaitu menyiapkan warga cukup pangan agar mereka tidak kelaparan. Mereka lebih takut kelaparan dibandingkan dengan covid-19. Kemudian yang kedua disiapkan dengan penegakan terutama oleh rekan-rekan Polri, TNI, didukung oleh Satpol PP dan aparat-aparat yang lain. Tanpa penegakan, kebijakan tersebut tidak akan berjalan," tukas Tito. (Ins/A-3)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved