Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PSBB tidak Efektif karena Jakarta Sulit Menutup Akses

Insi Nantika Jelita
23/4/2020 18:11
PSBB tidak Efektif karena Jakarta Sulit Menutup Akses
Pekerja berjalan di trotoar selepas jam kantor di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/4).(MI/RAMDANI )

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta sulit efektif. Hal ini mengingat wilayah DKI terhubung dengan daerah penyangga lain.

"Beda dengan Bangka Belitung, Bali, yang mudah untuk membatasi mobilitas orang karena hanya ada udara dan laut saja tapi DKI ini dengan kawasan satelit sekitarnya hampir tidak ada batasnya," jelas Tito di Jakarta, Kamis (23/4).

Baca juga:Larangan Mudik, Mobil ke Luar Jakarta Meningkat 27 Persen

Daerah Bekasi, Tangerang dan Depok yang saling terhubung dengan Jakarta sulit untuk menutup akses.

Tito juga menuturkan, dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta tersebut, membuat DKI Jakarta memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, ditambah mobilitas masyarakat daerah penyangga yang menyumbang angka kemacetan lalu lintas

Dari pembatasan ini, Tito, menunjuk kasus di India, yang tanpa persiapan yang matang akan menimbulkan kekisruhan. Pembuatan kebijakan pembatasan ini, kata Tito, betul-betul harus memenuhi sejumlah syarat.

Baca juga:Ingatkan Anies, Tito: Lockdown Tidak Cocok untuk Jakarta

"Yaitu menyiapkan warga cukup pangan agar mereka tidak kelaparan. Mereka lebih takut kelaparan dibandingkan dengan covid-19. Kemudian yang kedua disiapkan dengan penegakan terutama oleh rekan-rekan Polri, TNI, didukung oleh Satpol PP dan aparat-aparat yang lain. Tanpa penegakan, kebijakan tersebut tidak akan berjalan," tukas Tito. (Ins/A-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya