Sabtu 18 April 2020, 14:02 WIB

PSBB, Jumlah Pekerja yang WFH di Jakarta malah Berkurang

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
PSBB, Jumlah Pekerja yang WFH di Jakarta malah Berkurang

Antara
Sejumlah pekerja berjalan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

 

PEKERJA yang bekerja dari rumah (work from home/WFH) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta terus berkurang.

Dari data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta pada Senin (13/4) jumlah pekerja yang WFH sebanyak 1,25 juta orang dari 3.788 perusahaan.

Jumlah pekerja yang WFH menurun pada Selasa (14/4). Jumlah pekerja yang WFH 1,01 juta pekerja dari 3.653 perusahaan.

Baca juga: 3 Wilayah Tangerang PSBB, Fitur GoRide Akan Nonaktif

Perusahaan yang menerapkan WFH secara penuh ada 1.273 perusahaan dengan total jumlah pekerja sebanyak 177.509 pekerja. Adapun perusahaan yang tetap beroperasi dengan mengurangi sebagian karyawan yakni 836.063 orang dari 2.380 perusahaan.

Sebab itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta memperketat pengawasan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai perusahaan.

"Iya. Data itu kan terus terang saja didapat riil inputnya dari perusahaan dan pekerja, itu riil. Ini kan makanya perlu PSBB, perlu sidak. Mungkin ada juga perusahaan yang meliburkan dan masuk kembali. Makanya kita kencengin lagi dengan namanya PSBB," kata Kepala Dinsakertrans dan Energi DKI Jakarta saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (18/4).

Baca juga: Pemprov DKI Tutup 25 Perusahaan yang Langgar PSBB

Selama sidak, berbagai alasan diberikan oleh manajemen perusahaan karena ditemukan masih melakukan kegiatan usaha di kantor dengan jumlah karyawan yang cukup banyak.

Andri mengutarakan hal itu terjadi karena masih banyak perusahaan yang mengutamakan ekonomi dibandingkan kesehatan.

"Jadi yang begitu kita sekaligus memberikan pembinaan. Jadi saya bilang bapak kejar target setinggi-tingginya. Begitu satu pegawai kena virus positif akibatnya jelas bapak enggak boleh beroperasi 14 hari," tegas Andri.

Baca juga: H+1 PSBB, Sejumlah Toko di Pasar Anyar Tangerang Tutup

Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI itu menuturkan, hal itu juga terjadi pada perusahaan yang mendapat izin kegiatan usaha dari Kementerian Perindustrian meskipun bergerak di sektor yang tidak dikecualikan.

Perusahaan yang membandel dan masih mewajibkan seluruh karyawan masuk meski mendapat izin tetap diwajibkan mengurangi jumlah karyawannya serta diberikan peringatan. Apabila membandel, perusahaan itu bisa ditutup sementara.

"Jadi yang mendapat izin juga saya minta patuhi protokol kesehatan, kurangi jumah pegawai 50%. Sebab, meski sudah menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, cek suhu kan dia (karyawan) masih pulang pergi, naik KRL, jalan kaki naik umum. Kalau di rumah, dia bagus, steril," tukasnya.(X-15)

Baca Juga

DOK pribadi.

Pemprov DKI Jakarta Dukung Keketuaan Indonesia KTT ASEAN 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Januari 2023, 06:54 WIB
Kick off diselenggarakan sejak pukul 07.00 WIB. Acara ini digelar bertepatan dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau...
ANTARA

Tujuh Suporter Persita Jadi Tersangka Penyerangan Bus Tim Persis Solo

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 Januari 2023, 21:28 WIB
POLRES Tangsel, Banten menetapkan tujuh suporter Persita Tangerang.menjadi tersangka kasus perusakan bus tim Persis Solo usai bertanding di...
MI/Kisar Rajagukguk

Disdik: SDN Pondok Cina 1 Depok Dibangun Tahun Ini oleh Kementrian PUPR

👤Kisar Rajagukguk 🕔Senin 30 Januari 2023, 16:52 WIB
PEMBANGUNAN gedung baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Cina 1 yang berada di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, dibangun tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya