Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

PSBB di Depok Dinilai belum Efektif

Kisar Rajaguguk
17/4/2020 22:10
PSBB di Depok Dinilai belum Efektif
Pengendara motor melintasi plang himbauan Check Point PSBB di flyover UI menuju Jakarta, Depok, Jawa Barat, Selasa (14/4).(MI/BARY FATHAHILAH)

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, Jawa Barat harus dievaluasi. Pasalnya, sejak diberlakukan Rabu (15/4), PSBB di wilayah penyangga Jakarta ini dinilai belum efektif.  

"Sejauh ini PSBB di Kota Depok belum terlihat efektif. Masih banyak pergerakan orang dan kenderaan keluar-masuk Kota Depok. Kita perlu evaluasi," ujar Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono, Jumat (17/4).

Anggota DPRD Kota Depok Bernhard Simorangkir juga menilai konsep pencegahan penularan virus korona melalui pendekatan PSBB di Kota Depok belum menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan fakta justru yang terjadi adalah penambahan orang yang terinfeksi virus korona.

Untuk itu, kata dia diperlukan pradigma baru pendekatan strategi mencegah penularan virus korona. "Pradigma baru itu adalah melakukan strategi pendekatan operasi teritorial untuk mendeteksi seseorang terduga terkena virus di suatu wilayah RT dan RW," tandasnya.

Di sisi lain, jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) virus korona di Kota Depok  terus bertambah. Hingga saat ini, berdasarkan data Gugus Covid Kota Depok, ODP di Kota Depok mencapai 2445 orang, positif covid-19 (161 orang), PDP (845 orang), OTG (748 orang), sembuh (12 orang), dan meninggal karena suspect dan positif Covid 19 (55 orang). (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya