Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta ikut menurunkan volume sampah di Ibu Kota. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, mengungkapkan terjadi penurunan tonase atau berat sampah secara bertahap selama sebulan belakangan.
Tonase sampah sebelum diterapkan PSBB pada 1-15 Maret, rata-rata beratnya adalah 9.346 ton per hari. Kemudian pada 16 Maret -9 April tonase sampah turun menjadi 8.485 ton per hari.
"Ada penurunan tonase sampah lagi dari 10 - 14 April, rata-rata beratnya 7.686 ton per hari," kata Andono saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (15/4).
Menurut Andono, penurunan aktifitas masyarakat berdampak juga terhadap berkurangnya timbunan sampah. Seperti pembatasan saat bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah membuat sampah berkurang terutama dari sumber komersial, seperti dari hotel, mall, restoran, perkantoran, dan tempat wisata.
Andono juga mengimbau agar masyarakat lebih giat lagi melakukan pengurangan sampah, terlebih dengan kondisi seperti sekarang ini di mana sebagian besar warga beraktifitas di rumah.
Baca juga : Pasien Covid-19 Jakarrta Tembus 2.447, 164 Sembuh
“Kita dapat menerapkan strategi pengurangan sampah. Program tersebut menekankan aktifitas untuk kurangi dan pilah sampah yang dilakukan oleh masyarakat sebagai penghasil sampah," tutur Andono.
Adapun strategi pengurangan sampah yang perlu dilakukan oleh masyarakat tersebut, papar Andono, seperti warga harus tahu dan sadar apa yang mau dikonsumsi sejak dalam pikiran. Jika itu menghasilkan sampah, bisa tidak lagi dipilih..
Andono mencontohkan, setiap akan keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga, kita harus membawa Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL).
"Juga memakai masker kain yang dapat dipakai ulang dengan mencucinya. Barang tidak buru-buru dibuang ke tempat sampah, misalnya dengan mengambil makanan tidak berlebihan sehingga berpotensi menjadi sampah," tandas Andono. (OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved