Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYALURAN bantuan santunan kematian tidak transparan di Kota Depok. Hal ini terkuak menyusul adanya pengaduan warga ke DPRD yang menyebut, hanya Keluarga Kurang Mampu (KPM) alias orang miskin yang diberikan santunan dukacita. Padahal sebelumnya diberikan ke semua kalangan.
Memanggapi ini, Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim mengatakan, semua warga Kota Depok berhak mendapatkan santunanan kematian, karena intisari diadakannya santunan untuk membantu dan meringankan keluarga yang berduka.
"Asal berdomisili di Kota Depok dan ber-KTP Kota Depok semua berhak dapat, "kata Nurhasim di Gedung DPRD, Jalan Boulevard, Grand Depok City, Cilodong, Kota Depok, Kamis (5/3).
Dengan adanya pengaduan ini, Nurhasim menduga dana santunan kematian yang bersumber dari APBD tersebut sebagian dikorupsi karena penyalurannya tidak transparan. Ia berjanji segera membawa masalah ini ke rapat komisi.
Selain itu, Nurhasim juga akan meminta dana santunan dari tahun 2015-2019 diaudit oleh auditor independen. "Saya menduga ada yang tidak beres dalam penyaluran dana tersebut," katanya.
Baca Juga :Bantuan Uang Duka Disetujui Kembali
Baca Juga: Dana Kematian Sehari Cair
Terkait hal ini, Kepala Dinas Sosial Kota Depok Usman Helyana mengakui hanya ahli waris dari warga miskin yang mendapatkan dana santunan kematian dari pemkot sebesar Rp2 juta per orang.
Untuk tahun 2019, kata Usman, pihaknya menyalurkan santunan kematian bagi 2000 orang meninggal, totalnya sebesar Rp4 miliar.
"Menyoal warga ekonomi sedang dan kaya yang tidak medapatkan dana santunan kematian dari pemkot tidak tahu. Karena saya menjabat Kepala Dinas Sosial baru tahun 2019, " kata mantan Camat Sawangan itu.
Ketika kepadanya ditanya kemungkinan lebih dari 2000 jumlah orang meninggal tahun 2019, Usman membenarkan. "Kemungkinan bisa lebih karena yang terdata di kami, orang meninggal yang berasal dari keluarga miskin," ujarnya. (OL-13)
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved