Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah DKI Jakarta Saefullah mengungkap alasan aksi massa berujung ricuh di Mal AEON Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, Selasa (25/2). Massa mengamuk karena pihak pengembang belum membangun waduk dan fasilitasnya sehingga menyebabkan banjir.
"Sudah diintruksikan kepada JGC untuk menunaikan kewajiban-kewajiban mereka yang tertuang dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) yang ditandatangani antara Pemprov dengan pihak JGC," ucap Saefullah di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).
Salah satu isi perjanjian itu yakni membangun fasilitas prasarana dan sarana umum agar wilayah tersebut bebas dari banjir. Tertuang di dalamnya, pihak pengembang diharuskan membuat waduk dengan fasilitas pompa dan saluran drainase yang memadai.
"Serta menyediakan lahan waduk sejumlah 25 hektare dan lain-lain. Jadi itu kewajiban yang tertuang dalam SIPPT yang sudah ditandatangani beberapa tahun yang lalu," ungkap Saefullah.
Baca juga: Polisi Tangkap 8 Dalang Ricuh AEON Cakung. Semua di Bawah Umur
Saefullah menyebut pihak pengembang telah menyetor desain waduk tersebut namun pengerjaannya belum tuntas. Dari desain tersebut, Pemprov DKI memberi saran agar dibuatkan sodetan (jalur air) ke Banjir Kanal Timur (BKT).
"Kemarin BBWSCC juga sudah kita sampaikan dalam rapat bahwa kita akan menyodet dari JGC yang memang punya dampak ke selatan maupun ke utara dari JGC itu. Sudah kita izin untuk sodet," ucapnya.
Kemarin, ratusan warga melakukan aksi demonstrasi di Balai Perumahan Jakarta Garden City. Pembangunan perumahan dan Mal AEON dituding menyebabkan banjir di perumahan warga.
Warga meminta pengelola menutup tanggul. Warga yang kesal merusak sarana di Mal Aeon Cakung. Pagar dan tempat parkir jadi sasaran amuk warga. (OL-1)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved