Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai tidak memperhatikan persoalan utama di DKI Jakarta, seperti macet, banjir, polusi, sampah, air bersih, dan pertumbuhan penduduk.
"Dari seluruhnya tampaknya tidak ada satu pun yang menjadi prioritas Pak Gubernur (Anies). Beliau sepertinya lebih tertarik dengan hal-hal yang bersifat festival, seperti Formula E atau penghargaan kepada diskotik," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian saat dikonfirmasi, Senin (10/2).
Justin menyoroti anggaran yang diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencapai Rp 87,95 triliun. Bahkan Anies juga membentuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang beranggotakan puluhan orang untuk mengatasi sejumlah persoalan tersebut.
"Dapat kita lihat performa kerjanya yang mengecewakan," ujar Justin.
Baca juga: Anggaran Triliunan, Jakarta Tetap Banjir
Justin melanjutkan sejak Anies menjabat sebagai gubernur, belum tampak adanya pelebaran sungai demi mengantisipasi banjir. Dia ragu Anies bisa memberikan pengaruh signifikan bagi warga Jakarta hingga masa jabatannya berakhir.
"Jangankan berharap Gubernur Anies bersikap sebagai pemimpin daerah yang visioner, bersikap profesional dengan kerja nyata pun sepertinya tidak bisa diharapkan," pungkas Justin.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan juga beranggapan sama. Belum ada perubahan signifikan yang diberikan Pemprov DKI kepada warganya.
"Masih saja warga Jakarta jadi korban, Pemprov tetap tanpa persiapan secara baik. Warga tetap saja tidak mendapatkan informasi peringatan dini dan bantuan darurat sebagaimana mestinya agar bisa lebih ringan kerugian akibat banjir yang terjadi," terang Tigor.
Tigor menuturkan selama 2020, sudah terjadi empat hujan berintensitas tinggi mengguyur ibu kota. Bahkan titik banjir juga berada di lokasi yang sama.
Dia menyayangkan kinerja Pemprov DKI yang terlambat memberi peringatan dini bencana dan terkesan tidak siap mengantisipasi banjir.
Menurutnya, kinerja aparat Pemprov DKI ini membuktikan Anies tidak bisa bekerja dan memimpin jajarannya.
"Sehingga gubernur sebagai pimpinan daerah tidak memberi contoh dan tidak bisa tegas terhadap anak buahnya yang tidak bekerja karena mereka semua sama-sama tidak bekerja untuk melayani warga Jakarta," ucap Tigor. (OL-1)
PSI menilai pengakuan ini merupakan bukti bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap ke publik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak santri Hidayatullah mencintai hutan melalui gerakan menanam pohon dan menyerahkan 1.015 bibit produktif.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju pada Pilpres 2029 sangat kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved