Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nurmansjah Lubis mengatakan jika nanti terpilih, ia akan berfokus pada pembukaan ruang terbuka hijau (RTH). Saat ini, kata dia, Jakarta hanya memiliki 3% RTH, sementara idealnya memiliki 30% RTH.
"Artinya 20% tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan RTH, 10% sisanya swasta," kata Nurmansjah Lubis sembari menjual kopi di Car Free Day (CFD) kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/1).
Ide untuk membangun 30% itu dengan membeli lahan dan menjadikannya sebagai RTH.
"Ya masih ada lahan untuk RTH, dengan cara beli atau pembebasan lahan. Misalnya di wilayah Jakarta Timur ada namanya sawah yang tidak boleh dijual, dibeli sama pemda jadi sawah abadi," ujarnya.
Selama ini, menurutnya, sawah selalu diubah menjadi tempat tinggal yang justru semakin mengurangi RTH. Ia menegaskan jika terpilih akan mendorong pemprov DKI untuk memiliki RTH lebih banyak lagi.
"(Gubernur) sudah melakukannya, cuma kan namanya juga sendirian, kita bantuin jadi wagub supaya diinject RTH-nya lebih banyak lagi," ungkapnya.
Baca juga: Cawagub DKI Nurmansyah Mengaku Siap Di-Bully Warga
Lelaki kelahiran Jakarta 8 Desember 1964 itu juga menilai revitalisasi Monas yang menuai pro dan kontra bertujuan untuk membuka Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Saya pikir tujuan utamanya adalah bagaimana RTH DKI ini secara esensial dibangun,"
Menurutnya, kinerja revitalisasi ini nantinya akan membentuk RTH baru. Pohon yang ditebang akan diganti dengan penanaman hingga dua kali lipatnya.
Pengelolaan Monas, lanjut dia, sudah menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Sehingga, Nurmansjah meyakini revitalisasi Monas untuk kebaikan warga Jakarta, umumnya masyarakat Indonesia.
"Berupaya paru-paru kota yang tadinya didominasi sama aspal beton, signifikan lah berkurang. Itu intinya," tukasnya.(OL-5)
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
Jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta belum memenuhi kebutuhan warga.
Pemprov DKI akan menambah penyediaan maupun penataan taman-taman kecil di berbagai wilayah, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, hingga Jakarta Selatan.
Keberadaan RTH bisa mengurangi polusi udara. Di samping itu, pemenuhan RTH di Jakarta juga menjadi kewajiban bagi para pengembang properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved