Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGERJAAN penataan kawasan Monas telah mundur dari target awal. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan penataan kawasan Monas dengan nilai Rp71,3 miliar itu dikerjakan awal November dan seharusnya selesai akhir Desember lalu.
Namun, karena proyek belum selesai pihaknya memberikan perpanjangan waktu 50 hari kepada kontraktor untuk menyelesaikannya.
Baca juga:Riza Patria Siap Mundur dari DPR jika Dipilih jadi Wagub DKI
"Ya mundur. Kita beri kesempatan 50 hari. Ini sudah ada (denda) 1/1.000 nilai kontrak perhari," ungkap Heru di Balai Kota, Selasa (21/1).
Dalam pasal 120 Peraturan Presiden No 70/2002 tentang Sanksi Keterlambatan, penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana yang ditetapkan dalam kontrak barang dan jasa dikenakan denda keterlambatan 1/1.000 dari total nilai proyek perhari.
Jika dihitung dari per-1 Januari hingga hari ini, kontraktor telah terkena denda sebesar Rp1,49 miliar.
Heru pun menyebut, pihaknya belum akan menetapkan putusan wanprestasi kepada kontraktor karena pengerjaan proyek masih terus berjalan. Keputusan wanprestasi akan diberikan manakala hingga perpanjangan waktu pelaksanaan proyek diberikan telah usai, namun proyek belum selesai.
Pihaknya pun tidak akan segan memasukkan kontraktor dalam daftar hitam dan tidak bisa lagi mengikuti tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov DKI. "Wanprestasi itu nanti kalau lewat 50 hari dia tidak selesai. Saat ini kita lihat saja dulu. Menurut penglihatan saya, ini jalannya masih bagus kok," ujarnya.
Baca juga: Kontraktor Dinilai Tak Meyakinkan, Pemprov DKI: Lihat Hasilnya
Menurut Heru, pengerjaan proyek sedianya memang harus dilakukan selama tiga bulan.
"Harusnya tiga bulan. Kita inginnya September itu jalan, Desember selesai. Tapi karena ada bahan yang kurang dan lama diserahkan oleh konsultan desain pemenang sayembaranya, akhirnya November baru dikontrak," ungkapnya. (OL-6)
Cari tempat ngabuburit di Jakarta? Monas tetap buka selama Ramadhan 2026! Simak jadwal terbaru kunjungan tugu dan data wisatawan mancanegara selengkapnya
Guna memfasilitasi antusiasme masyarakat, pengelola Monas memberlakukan perpanjangan jam operasional kawasan serta menyajikan atraksi visual khusus pada Senin (16/2) dan Selasa (17/2).
Pemprov DKI gelar Perayaan Imlek Jakarta 2026 sepanjang Februari–Maret di Bundaran HI, Monas, TMII hingga Kota Tua untuk dorong pariwisata.
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
Penyediaan fasilitas lift chair di Monumen Nasional t diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta pengunjung yang membutuhkan bantuan akses saat menaiki tangga.
Sebanyak 8.263 wisatawan mengunjungi kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari pertama tahun 2026 hingga siang hari
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved