Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BESARAN Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019 hingga akhir Desember 2019 tak mencapai target. Dari target Rp3,3 triliun hanya terealisasi sebesar Rp2,5 triliun.
“Harus diakui bahwa realisasi PAD tidak dapat mencapai target tahun ini,” ungkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Selasa (31/12).
Rahmat mengatakan meski tak capai target, namun realisasi pendapatan pada 2019 meningkat 25% dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada 2018. Saat itu, pemerintah hanya berhasil memperoleh pendapatan sekitar Rp2 triliun.
“Namun kinerja peningkatan PAD sebesar 25% merupakan prestasi luar biasa,” kata Rahmat.
Baca juga: Perhatikan Aturan Main KS-NIK Kota Bekasi Terbaru
Kepala Bidang Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi Jalaludin menambahkan pendapatan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Bekasi masih jadi pajak primadona. Sayangnya, potensi perolehan PBB dari penghuni apartemen masih belum tergali.
“Memang selama ini kami masih kesulitan menagih PBB dari penghuni apartemen,” ujar Jalaludin
Pemerintah selama ini merasa kesulitan menemui pemilik unit apartemen tersebut. Padahal meski nilainya tidak besar, namun potensi tersebut bisa jadi pemasukan bagi pemerintah. Apalagi, jumlah hunian vertikal saat ini makin banyak.
“Memang tidak besar potensinya, tapi kalau minimal 1 unit itu pajaknya Rp50 ribu untuk 3.000 unit sudah berapa?" tuturnya.(OL-5)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Pemprov Bengkulu meneken MoU pemanfaatan potensi pertanahan untuk pengembangan daerah. Identifikasi awal lahan eks-hak diperkirakan 20 ribu hektare.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Tahun ini target retribusi ditetapkan sebesar Rp8.675.512.000. Per 24 Desember 2025, realisasinya sudah mencapai sebesar Rp8.685.774.000.
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved