Jumat 15 November 2019, 16:35 WIB

Penerapan Jalan Berbayar di Kalimalang Terlalu Mendadak

Gana Buana | Megapolitan
Penerapan Jalan Berbayar di Kalimalang Terlalu Mendadak

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Jalan Kalimalang

 

DINAS Perhubungan Kota Bekasi menganggap sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Kalimalang, Kota Bekasi terlalu mendadak. Pasalnya, 2020 hanya tinggal dua bulan.

“Harus ada waktu panjang untuk sosialisasi ya,” ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Deded Kusmayadi, Jumat (15/11).

Deded menyampaikan, meskipun penerapan tersebut adalah kebijakan nasional Kota Bekasi juga terlibat dalam hal ini. Sebab, warga Kota Bekasi juga yang akan terkena dampak. “Sudah diundang untuk membahas hal ini oleh BPTJ, kami pun sudah tau,” kata dia.

Namun, lanjut dia, rincian teknis penerapan ERP tersebut belum dijelaskan. Aturan yang harus dijelaskan adalah seputar besaran tarif, klasifikasi kendaraan maupun jam penerapan ERP itu.

“Apa sampai kendaraan motor juga, platnya seperti yang kena ERP itu. Terus kalau yang tiap hari lewat seperti apa kalau orang yang tinggal di situ gimana, masa di depan rumah sendiri harus bayar gitu ya,” jelas dia.

Untuk itu, Deded meminta ada baiknya rencana tersebut disosialisasikan terlebih dahulu. Sebab hanya dengan mendengar kabarnya saja sudah cukup mengejutkan.

Tidak hanya itu, lanjut dia, sarana penunjang kebijakan juga harus disiapkan. Misalnya seperti pembangunan Park and Ride. Padahal, pembangunan park and ride di wilayah setempat saja baru akan dibangun pada 2020.

"Pada dasarnya kita dukung, tapi kan pembangunan tol Becakayu yang lintasi Jalan Kalimalang belum rampung. Harusnya kan pertimbangannya hingga ke sana,” ucap dia.

Seperti yang diketahui, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana menerapkan sistem ERP di sejumlah jalan termasuk di Kalimalang, Bekasi. Penerapan kebijakan ERP dikarenakan kebijakan ganjil genap yang diterapkan saat ini tidak berkeadilan. Salam penerapan ERP, BPTJ akan bertanggung jawab di ruas jalan nasional, sementara pemerintah provinsi akan bertanggung jawab di jalan daerah masing-masing.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, ERP ini sudah ada dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) tahun 2018-2029. Saat ini BPTJ sedang  menyusun road map dan sedang mengkaji regulasi yang ada.

“Sedang kita kaji dulu, dan jangan takut nanti di jalan-jalan yang jadi wilayah penerapan ERP itu kan diberikan angkutan umum. Bahkan kita berikan subsidi sehingga nanti masyarakat lebih tertarik lagi menggunakan angkutan umum,” tandas dia. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Waspadai Cuaca Buruk di Kepulauan Seribu

👤MI 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:45 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Kepulauan Seribu mengimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas...
Dok. Dinkes DKI Jakarta

DKI Lakukan Tracing Wagub DKI

👤MI 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:25 WIB
KEPALA Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti memastikan melakukan pelacakan kontak (contact tracing) dari kasus...
ANTARA

Kini Saatnya Penindakan

👤MI 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:10 WIB
DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mulai menindak kafe dan restoran yang melanggar protokol kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya