Selasa 12 November 2019, 07:55 WIB

Koalisi Nasional Sebabkan Gerindra DKI Pede Calonkan Wagub

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Koalisi Nasional Sebabkan Gerindra DKI Pede Calonkan Wagub

Ilustrasi MI
Ilustrasi Cawagub

 

BERGABUNGNYA Partai Gerindra ke barisan koalisi pendukung pemerintahan rupanya memengaruhi peta koalisi partai di tataran ibu kota. Setidaknya, itulah yang dinilai pengamat politik Djayadi Hanan.

Masuknya Gerindra ke koalisi pendukung pemerintahan membuat partai berlambang kepala burung garuda itu merasa mendapat dukungan politik sehingga berani mencalonkan empat nama wakil gubernur DKI Jakarta.

"Dasarnya mereka itu masih ingin kursi wagub. Lalu masuklah mereka ke koalisi pendukung pemerintahan. Hal itu membuat mereka percaya diri dan memungkinkan mendapat dukungan dari partai-partai sesama pendukung pemerintahan Joko Widodo di tingkat DKI," kata Djayadi saat dihubungi Media Indonesia, Senin (11/11).

Djayadi yang juga direktur eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu menegaskan adanya empat nama cawagub yang diusulkan Gerindra ini juga membuktikan kesepakatan yang berjalan antara Gerindra dengan PKS untuk menyerahkan posisi wagub ke PKS belum bulat.

Baca juga: PAN Desak Gerindra dan PKS Buat Kesepakatan Soal Wagub DKI

Ia menilai kesepakatan yang dibuat setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri dari kursi wagub untuk maju pada Pilpres 2019 pada Agustus tahun lalu tidak berjalan mulus.

"Kalau Gerindra ajukan berarti dulu kesepakatannya belum tuntas. Sekarang Gerindra ajukan nama baru karena mereka lihat peluang untuk menjadikan kadernya lebih berpeluang itu lebih besar," tuturnya.

Tanda-tanda Gerindra belum ikhlas melepas kursi wagub kepada PKS dapat dilihat dari PKS yang selama ini berjuang sendirian melobi partai-partai politik guna mendukung dua cawagub mereka yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Gerindra, menurut Djayadi, lepas tangan dan menyerahkan semua ke PKS. Padahal sebagai sama-sama partai pengusung, baiknya PKS dan Gerindra berjalan beriringan untuk melakukan lobi politik.

"Sehingga sekarang harapannya tipis bagi PKS. Apalagi, di nasional, PKS satu-satunya yang tegas sendirian oposisi. Sementara PAN dan Demokrat belum tegas meski di luar pemerintahan. Memang nasional tidak mencerminkan politik daerah. Tapi khusus DKI itu sangat bersentuhan karena posisinya DKI sangat dekat dengan pusat," tandasnya.

Sebelumnya, PKS dan Gerindra, Februari lalu, telah menyepakati dua cawagub dari PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu untuk diusulkan ke DPRD.

Namun, belakangan Gerindra mengincar kursi tersebut dengan mengirimkan empat nama ke DPP PKS untuk disepakati yakni Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J Juliantono, Wasekjen DPP Gerindra A Riza Patria, dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.(OL-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fauzan

DKI Siapkan 17.100 Petak Makam Khusus Covid-19 di Februari 2021

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:51 WIB
“Jadi Insya Allah di bulan depan secara bertahap kita akan mempersiapkan tidak kurang dari 17.100 petak lahan...
Medcom.id/M Rizal

Mengaku Mantu Eks Kapolri, Suami Istri Menipu sampai Rp39,5 Miliar

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:51 WIB
Selain itu, pelaku juga mengaku bepengalaman di bidang bisnis dan memiliki banyak...
MI/Andri Widiyanto

Wagub DKI: Penting Meningkatkan Kapasitas Faskes di Bodetabek

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:45 WIB
Upaya itu bisa menjadi strategi dalam penanganan kasus covid-19, selain PSBB dan PPKM. Mengingat, DKI menampung 30% pasien covid-19 dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya