Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho memastikan dalam pembangunan jalan Tol Harbour Road II tidak akan mengorbankan cagar budaya yang berada di Kota Tua, Jakarta Barat.
Diketahui, jalan tersebut merupakan akses sambungan dari jalan Tol Dalam Kota menuju wilayah Tanjung Priok yang juga merupakan bagian dari jaringan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
"Saya pikir tidak mungkin sampai mengorbankan bangunan cagar budaya. Harusnya bangunan cagar budaya tidak boleh (dikorbankan untuk pembangunan tol)," ujar Hari di Jakarta, Rabu (16/10).
Namun, dirinya mengakui belum mengetahui pembangunan detail dari Jalan Tol Harbour Road II itu. Ia baru mengetahui desain secara global pembangunan tol susun pelabuhan tersebut dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Rakyat (PUPR).
Baca juga: Jalan Tol Dorong Urbanisasi sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Termasuk belum mengetahui, apakah posisi tiang pancang tol yang bakal dibangun akan melewati cagar budaya di Kota Tua.
Pasalnya, pembangunan jalan Tol Harbour Road II sepanjang 9,67 km diperkirakan melayang di atas sejumlah situs bersejarah di kawasan Kota Tua, seperti Gudang Timur dan Museum Bahari.
"Kalau global misalnya panjang tol, dari mana ke mana sudah. Tapi detail tiangnya turun ke mana belum," kata Hari
Kalaupun model awal tiang tol turun di bangunan cagar budaya, lanjut Hari, penyusunan Detail Engineering Design (DED) (perencanaan fisik bangunan) bisa berubah atau dimodifikasi.
"Setiap waktu ada modifikasi. Berarti model pondasi diubah dan diperpanjang girdernya jangan turun di situ. Jangan merusak cagar budaya yang sudah dipelihara," tandas Hari.
Diketahui, pembiayaan pembangunan ruas tol ini murni dikeluarkan dari pihak swasta dan tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.
Skema pembiayaan konstruksi proyek ini juga dilakukan dengan menggunakan model turnkey project, yaitu pendanaan konstruksi bersumber dari kontraktor dan dibayarkan secara bertahap berdasarkan progres pengerjaan.
Jalan tol ini ditargetkan selesai konstruksinya secara keseluruhan pada tahun 2022. Nantinya memiliki 2 interchange, yaitu interchange Ancol Timur dan interchange Pluit, serta memiliki jumlah lajur 2 x 3 lajur dengan model struktur bangunan Elevated (Box Girder dan Double Decker). (OL-5)
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan tol dalam menghadapi periode mudik Lebaran 2026
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) meminta pemerintah jangan hanya terpaku pada jalan tol saat arus mudik Lebaran 2026. Perbaikan jalan arteri yang layak dapat menjadi alternatif.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat peningkatan arus lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwantono memprediksi ada 1,6 juta kendaraan meninggalkan dan memasuki wilayah Jabotabek melalui Jalan Tol Jasa Marga di libur Imlek 2026.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved