Senin 30 September 2019, 16:23 WIB

Jalan Tol Dorong Urbanisasi sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Faustinus Nua | Ekonomi
Jalan Tol Dorong Urbanisasi sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

ANTARA/Fikri Yusuf
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau lokasi pembangunan jalan pintas Mengwitani-Singaraja di kawasan Pegayaman, Buleleng, Bali.

 

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung arus urbanisasi yang terus meningkat saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Basuki Hadimuljono dalam Hadimuljono acara High-level Roundtable on Fostering Growth and Inclusion in Asia's Cities di Jakarta, Senin (30/9).

Dalam pernyataannya, Basuki mengatakan urbanisasi tidak lagi dianggap sebagai beban atau masalah. Ia memaparkan bahwa urbanisasi mendukung perekonomian apabila dibuat perencanaan yang baik.

Selain itu, menurut Basuki, perlu ada regulasi yang dapat mendukung dan mengatur urbanisasi. Kemudian harus didukung dengan kemampuan finansial yang cukup.  

"Melaui plannng, regulasi, dan finance, urbanisasi bukan lagi beban. Urbanisasi akan menjadi engine of growth", tambah Basuki.

"Jawa ini akan jadi urbanized island kalau jaringan tol sudah tersambung. Saat ini, dengan jaringan tol bagian utara itu sudah merubah perilaku penduduk Jawa terutama perilaku ekonominya," jelas Menteri PUPR..

Menurut basuki, dengan pembangunan jalan tol di berbagai daerah di pulau Jawa telah meningkatkan mobilitas masyarakat. Perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain pun terus meningkat.

"Begitu juga dengan proses distribusi barang yang makin cepat dan efisien. Hal tersebut seakan membentuk jaringan yang terorganisir yang saling mendukung antar kota-kota besar dan kota-kota kecil," jelasnya.

"Bongkar muat ekonomi atau barang tidak hanya di Tanjung Priok Jakarta. Banyak barang yang bongkar di pelabuhan Semarang dan dibawa ke Jakarta. Ini memangkas biaya bongkar barang di pelabuhan Tanjung Priok yang cukup mahal," papar Basuki..

Dengan adanya laporan Asian Development Bank (ADB), menurut Basuki, akan sangat membantu pemerintah khususnya Kementerian PUPR ke depan dalam menyusun program pengembangan infrastruktur.

Dengan perencanaan yang baik diharapkan akan dapat mendukung perekonomian masyarakat baik di kota besar maupun di kota kecil dan pedesaan.

Ke depan, pemerintah akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol yang menjadi visi presiden.

Ada beberapa daerah di bagian selatan Pulau Jawa yang akan menjadi fokus pemebangunan jalan tol ke depan.

Basuki menjelaskan bahwa lima tahun ke depan pemerintah berencana membangun jalan tol Semarang-Demak, Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban- Surabaya, Kemudian dari Cilenyi-Garut-Tasik, dan Cilacap-Kulonprogo-Jogja-Solo.

Laporan Asian Development Bank menunjukkan terjadi peningkan urbanisasi yang signifikan di Asia.

Pada tahun 1970 terjadi peningkatan urbanisasi 0,1 miliar jiwa dan pada 2017 meningkan menjadi 1,8 miliar jiwa dan diprediksi pada 2050 akan meningkat di angka 3 miliar jiwa. Sementara di Indonesia sendiri terjadi peningkatan sekitar 40% dalam 60 tahun terakhir. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More