Kamis 26 September 2019, 20:31 WIB

Bermodal US$250 Juta, ITF Sunter Dijanjikan Ramah Lingkungan

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
 Bermodal US$250 Juta, ITF Sunter Dijanjikan Ramah Lingkungan

MI/PIUS ERLANGGA
Pekerja menggunakan alat berat memindahkan sampah di area proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu (Intermediate Treatment Facility/ITF)

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan pusat pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Proyek senilai US$250 juta itu akan beremisi gas buang dengan standar Euro 5.

Pengertian dari baku emisi berstandar Euro 5 ialah gas emisi yang dikeluarkan dari proses pembakaran sampah harus memenuhi unsur polutan dengan kadar tertentu, sehingga tidak merusak lingkungan.

"Baku mutu emisi cerobong akan sesuai standar Euro 5 atau standar tertinggi. Baku mutu emisi itu dinamakan European Directive, dimana lebih ketat dibandingkan dengan baku mutu Indonesia," ujar Project Manager dari Large Projects City Solutions Fortum, Antti Liukko di Kantor Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/9).

ITF sendiri merupakan proyek Pemprov DKI sebagai alternatif pengolahan sampah di dalam kota. ITF dapat memproduksi sampah menjadi energi listrik menggunakan mesin insinerator.

ITF Sunter akan dibangun oleh PT Jakarta Solusi Lestari (JSL), yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Fortum yang berbasis di Finlandia.

Mega proyek tersebut diketahui akan didanai badan internasional. Untuk memuluskan hal tersebut, ITF tersebut harus memiliki studi rencana mitigasi dampak lingkungan dan sosial atau yang disebut Environment and Social Impact Analysis (ESIA). Apabila ESIA sudah selesai ditinjau dan disetujui, pembangunan ITF Sunter tersebut dapat segera dilakukan.

"ESIA menjadi kewajiban sebelum dana tersebut cair. Uang yang 250 juta Dollar Amerika akan dicairkan bertahap," kata Antti.

Baca juga: DPRD DKI Setujui Tipping Fee ITF Sunter Rp600 Ribu/Ton Sampah

Dalam kesempatan yang sama, Social Consultant ERM Indonesia Yudhi Pradhana menerangkan tinjauan terhadap kajian ESIA untuk pembangunan ITF Sunter ditargetkan selesai pada akhir Desember 2019.

"Dokumen kajian dampak lingkungan dan sosial ?atau ESIA sudah selesai Juni kemarin. Saat ini kami masih menunggu review. Semoga Desember 2019 sudah bisa disclose," jelas Yudhi

Kemudian menurut Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro, M. Hanief Arie Setianto, mengatakan tujuan di bangunnya ITF Sunter bertujuan agar warga Jakarta memperoleh kehidupan dengan standar layanan yang baik.

"ITF Sunter bisa mengurangi 80% volume sampah. Tentu kita mengikuti aturan internasional karena didanai dari luar. Intinya, ITF bisa memberikan dampak yang positif kepada warga Jakarta untuk memperoleh kehidupan standar yang baik," tandasnya. (A-4)

Baca Juga

Dok MI

Beredar Kabar Gangster akan Serang Warga, Polisi: Jangan Panik

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 15:22 WIB
"Yang di-upload tentang gangster itu masyarakat jangan takut, jangan panik, karena setiap saat polisi itu akan senantiasa menjaga...
ANTARA

Satpol PP Pastikan Lokalisasi Rawa Malang Sudah Tutup

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 15:05 WIB
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan, patroli gabungan itu dilakukan guna memastikan kawasan itu tidak aktif kembali setelah...
Antara

Selamatkan Jakarta dari Polarisasi Politik Identitas

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 14:55 WIB
Bahtiar dinilai pantas diangkat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Selain memiliki netralitas yang tinggi, ia juga merupakan ASN di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya