Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU rumah tangga, Kubul Laela Sari, 38, ditangkap lantaran diduga mengedarkan uang palsu di wilayah Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (4/9) kemarin. Pelaku ditangkap saat membeli biskuit dan rokok di warung kelontong Kampung Cikedokan Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Kami tangkap setelah ada laporan dari masyarakat, ada pengedar uang palsu,” ungkap Kapolsek Setu, AKP Wahid Key, Kamis (4/9).
Baca juga: Untuk Pindahkan Pengungsi, UNHCR Terkendala Negara Penerima
Wahid mengatakan, penangkapan bermula saat warung kelontong milik Dahya didatangi pelaku. Pelaku membeli sejumlah biskuit berikut rokok menggunakan uang pecahan Rp20 ribu.
Saat hendak beranjak pergi, pemilik warung langsung memanggil pelaku dan mengabarkan jika uang yang telah diberikan palsu. Namun, pelaku tetap berkelit mengaku jika uang yang telah diberikan merupakan pecahan rupiah asli.
Sehubungan dengan itu kata Wahid, pemilik warung tak lantas memberikan kesempatan pelaku pergi. Tak lama, korban menghubungi pihak kepolisian dan pelaku langsung ditangkap. “Pemilik warung sadar itu uang palsu, hingga ditangkap pelaku itu,” kata dia.
Dari hasil pemeriksaan, jelas Wahid, ditemukan uang palsu pecahan Rp20 ribu dengan total senilai Rp940 ribu. Petugas masih melakukan pengembangan, karena berdasarkan pengakuan, pelaku beli dari orang lain dengan harga murah.
Adapun, barang bukti yang disita berupa 49 uang kertas pecahan Rp20 ribu yang diduga palsu dengan total senilai Rp940 ribu serta uang kembalian dan rokok maupun jajanan yang dibeli pelaku. Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 244 KUHP subsider 245 KUHP tentang uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (OL-6)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved