Rabu 21 Agustus 2019, 21:30 WIB

Revitalisasi Kawasan Cikini Diharapkan Dorong Perilaku Publik

Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan
Revitalisasi Kawasan Cikini Diharapkan Dorong Perilaku Publik

MI/PIUS ERLANGGA
REVITALISASI TROTOAR CIKINI: Pekerja membongkar trotoar yang terdapat di sepanjang Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis (13/06/2019

 

PELEBARAN trotoar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, ternyata menimbulkan polemik baru di Ibu Kota. Sejumlah pihak mengklaim pelebaran trotoar seharusnya tidak dilakukan di kawasan tersebut.

Ruas jalur kendaraan bermotor yang sempit dinilai tidak pantas merevitalisasi trotoar Cikini. Bahkan, revitalisasi kawasan tersebut berakibat kemacetan yang lebih parah.

Menanggapi hal tersebut, Urban Planning Associate ITDP, Deliani Siregar, menilai, revitalisasi pada kawasan tersebut justru dilakukan untuk dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.

"Sekarang kalau kita lihat kenapa sudah banyak transportasi publik kok masih macet, karena tidak semua orang berpindah ke transportasi publik. Karena tidak ada dorongan kepada orang-orang itu untuk berpindah, jadi ini juga suatu strategi untuk mendorong masyarakat pindah ke transportasi publik, " kata Deliani, dalam sambungan telepon, di Jakarta, Rabu (21/8).


Baca juga: Polisi masih akan Pelajari Laporan terhadap UAS


Ia juga menyebutkan, hal ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat para pengguna kendaraan pribadi untuk enggan memasuki kawasan tersebut sehingga kemudian dapat beralih ke transportasi publik.

"Untuk mendorong orang berpindah itu tadi salah satu caranya dengan mempersulit masuknya kendaraan pribadi, sehingga pengguna kendaraan pribadi lebih memilih menggunakan transportasi publik untuk menuju kawasan tersebut," jelasnya.

Saat disinggung mengenai kepantasan Jalan Cikini dilakukan pelebaran trotoar, ia menilai tidak masalah sebab kawasan itu tergolong kategori jalan besar.

"Kalau ITDP itu yang masuk katagori jalan sempit itu adalah jalan lingkungan, jadi boleh kalau ada yang melarang nggak boleh ada trotoar di jalan lingkungan, tapi kalau kita lihat Jalan Cikini yang dilintasi oleh dua atau tiga kendaraan bermotor itu sudah masuk kategori jalan besar," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

dok.ist

Milenial Fest Jabodetabek Gemakan Ganjar Pranowo Presiden 2024

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 14:42 WIB
RELAWAN Ganjar Milenial Jabodetabek berhasil menggaet ribuan mahasiswa dan milenial untuk masuk ke dalam barisan pendukung aspirasi...
Antara

Bertemu Menlu Jepang, Anies: Dia Teman Lama

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 14:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta itu sudah mengenal Menlu Jepang Yoshimasha Hayashi sejak 14 tahun lalu. Tepatnya, sejak melakukan kunjungan kerja...
HO

BMI DKI Beri Ruang Anak Muda Berkreasi dan Berekspresi Dalam Politik

👤Widhoroso 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 13:54 WIB
BMI DKI Jakarta meneguhkan tekad untuk terus membangun gerakan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi para pemuda berkreasi dan berekspresi,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya