Selasa 13 Agustus 2019, 14:05 WIB

Klaim Asuransi Ditolak, Perempuan Ini Gugat ke Pengadilan

mediaindonesia.com | Megapolitan
Klaim Asuransi Ditolak, Perempuan Ini Gugat ke Pengadilan

Ist
Nasabah Panin Daichi Life, Molly, menggugat sebuah perusahaan asuransi Panin Daichi Life ke PN Jakbar

 

SEORANG nasabah Panin Daichi Life, Molly, menggugat sebuah perusahaan asuransi Panin Daichi Life karena klaimnya tidak dibayar. 

Perusahaan tersebut menolak klaim asuransi jiwa yang diajukan Molly sebagai penerima manfaat atas kematian suaminya, Astiang, karena meninggal dunia.

Dilaporkan Molly, Astiang telah terdaftar sebagai nasabah sejak 2010. 

Setiap bulannya ia mengaku tidak pernah terlambat membayarkan premi sebesar Rp1.500.000. Namun, sang suami, Astiang, telah meninggal dunia pada April lalu.

Begitu ditinggal suaminya, Molly pun mengajukan klaim. 

Namun, ia terkejut karena ketika mengajukan klaim atas suaminya itu, pihak Panin Daichi Life justru dengan alasan tidak jelas menolaknya.

Karena merasa tak digubris, akhirnya Molly meminta bantuan  ke LKBH Wira Dharma Perwakilan Jakarta 1. Atas permasalahan ini, tim kuasa hukum Molly, Suryani, telah melayangkan surat ke Panin Daichi Life.

"Kami sudah melakukan klarifikasi terlebih dulu ke pihak Panin Daichi Life. Kami mengirimkan surat klarifikasi, sudah dua kali tidak mendapatkan respons positif, bahkan jawabannya menolak klaim dengan alasan ditutup," kata Suryani ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (13/8).

Dia mengaku tidak mengerti dengan alasan yang disampaikan oleh pihak Panin Daichi Life. Padahal, selama ini kliennya itu tidak pernah melakukan gagal bayar premi.

"Dari segala macam. Begitu tahu hanya tahunya ditolak saja, dianggapnya tidak berlaku lagi. Dianggap telat bayar," kata dia.

 

Baca juga: Polda Metro Jaya Sebut Nunung belum Bisa Direhabilitasi

 

Seharusnya, lanjut dia, kliennya itu mendapatkan uang premi sebesar Rp270 juta. Itu yang harus diterima oleh kliennya sebagai penerima manfaat atas asuransi yang selama ini dicicil oleh almarhum suaminya.

Untuk itu, dia bersama tim kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke PN Jakbar dengan harapan hukum dapat ditegakkan.

Sementara itu, dalam keterangan resmi yang diterima sejumlah media, Head of Customer Care PT Panin Dai-ichi Life, Hasreth Agrine Linda, memberikan klarifikasi untuk kasus tersebut. 

Menurut Hasreth, tertanggung dan istrinya, Molly Situwanda, sejak awal penandatanganan isi SPAJ hingga tanggal polis Lapse tidak pernah memberitahukan informasi perubahan data alamat dan nomor kontak kepada PT Panin Dai-ichi Life.

"Perusahaan beriktikad baik untuk menanggapi keluhan Ibu Molly Situwanda selaku pihak yang tercatat sebagai penerima manfaat pada polis Nomor 2010010149 atas nama tertanggung Astiang," katanya.

Berdasarkan keterangan tersebut, lanjut dia, pihaknya sangat menyesal bahwa untuk rencana klaim pengajuan klaim meninggal dunia polis Nomor 2010010149 tidak dapat diajukan.

"Jika kuasa hukum serta penerima manfaat dari polis belum dapat menerima penjelasan dari kami, kami perkenankan untuk menyampaikan kembali bahwa kuasa hukum serta penerima manfaat dapat menempuh jalur penyelesaian melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) tanpa dipungut biaya apapun," tutup Hasreth. (RO/OL-1)

(Redaksi mediaindonesia.com telah menerima tanggapan dari Panin Daichi Life terkait pemberitaan ini. Baca juga: Surat Tanggapan Panin Da-ichi Life )

Baca Juga

MI/Ramdani

DPRD DKI Kritik Rencana Perluasan Gage di Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:44 WIB
Pasalnya, dengan perluasan ruas jalan gage akan membuat warga mengeluarkan biaya bahan bakar lebih...
MI/ANDRI WIDIYANTO

DPRD Sebut Pembangunan Infrastruktur Pengolahan Limbah Harus Sesuai Aturan

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 11:23 WIB
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas mengatakan salah satu syarat yang belum dimiliki PAL Jaya adalah penasihat...
Antara/Dhemas Reviyanto

Evaluasi HBKB, Koalisi Pejalan Kaki Soroti Rendahnya Pemindaian Peduli Lindungi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 22:26 WIB
"Nah di rapat evaluasi kemarin juga jadi sorotan terkait dengan masih sedikitnya publik yang melakukan pemindaian QR code," kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya