Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperbanyak transportasi umum yang menggunakan tenaga listrik. Upaya itu sebagai langkah mengurangi polusi di Jakarta yang semakin parah.
“Ya mestinya sudah dimulai. Kita harus mulai segera. Paling tidak transportasi umum. Nanti akan saya sampaikan ke gubernur,” kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8).
Dia berharap transportasi umum seperti bus, taksi, dan sepeda motor akan menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik.
Namun, terkait skemanya dan upaya mendorong beralih ke transportasi umum, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Anies.
Baca juga: Hari Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
“Terserah kepada gubernur. Apakah lewat elektronik road pricing, yang segera dimulai, sehingga orang mau tidak mau harus masuk ke trasportasi umum masal,” jelasnya.
Kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta semakin memburuk. Misalnya pada hari ini, Kamis (1/8) pukul 09.00 WIB, kembali menjadi nomor dua tidak sehat dibandingkan negara-negara lainnya.
Kualitas udara Jakarta tercatat di angka 135 atau masih tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 59,1 mikrogram/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara. (OL-2)
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved