Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan, nasib sekitar 1.400 orang pencari suaka tetap menjadi tanggung jawab United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Pemprov DKI sifatnya hanya menolong untuk sementara.
Sambil menunggu kepastian penyelesaian masalah pengungsian dari UNHCR, Pemprov DKI tetap memberikan bantuan dari sisi aspek kemanusiaan berupa menyediakan tempat penampungan di eks Kantor Kodim, Kalideres, Jakarta Barat dan memberikan bantuan logistik kepada para pencari suaka tersebut.
"Para pencari suaka berasal dari 12 negara. Di antaranya ialah, Afghanistan, Pakistan, Sudan, Iran, Irak, Yaman, Somalia, Ethiopia, Eritrea, Siria, Palestina, dan Tiongkok," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Irmansyah, di Jakarta, Rabu (24/7).
Irmansyah mengatakan, Pemprov DKI memutuskan untuk memperpanjang bantuan logistik kepada para pencari suaka yang kini berada di lokasi pengungsian. Awalnya, Pemprov DKI ingin memberikan bantuan hingga sepekan saja sejak para pencari suaka dipindahkan ke tempat pengungsian pada Kamis (11/7).
Namun melihat kondisi mereka dan UNHCR masih mencarikan solusi terhadap permasalahan para pengungsi, Pemprov DKI masih memperpanjang bantuan tanpa diketahui kapan batas waktu bantuan itu berakhir.
“Sekarang kita tidak bisa memberikan batas waktu pemberian bantuan logistik. Memang awalnya mau tujuh hari saja. Tetapi sekarang, mau beberapa hari, belum diputuskan. Sampai sekarang kita masih suplai logistik,” kata Irmansyah.
Bantuan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, di antaranya tempat penampungan, makanan, fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus), dan bantuan logistik lainnya. Berdasarkan data yang dipegangnya, jumlah mereka mencapai 1.400 orang.
“Posisi terakhir di dalam data sebanyak 1.400 orang. Tetapi kalau kita melihat dari kasat mata, mereka tidak terlihat dalam jumlah tersebut. Berkurang. Tetapi kalau dikasih makan 1.200 ya habis. Menurut informasi sampai 1.400 orang, kemarin sampai 1.428 orang. Dikasih makan jumlah segitu juga habis,” ujar Irmansyah.
Baca juga: Anies: Pencari Suaka Tanggung Jawab UNHCR dan Pemerintah Pusat
Untuk kepastian data jumlah para pencari suaka ini, pihaknya akan meminta UNHCR melakukan verifikasi supaya pemberian bantuan dapat dilakukan tepat sasaran.
“Kita lakukan verifikasilah. Hanya proses verifikasinya bukan dari kita dan tidak mudah juga memverikasi mereka. Tidak sesederhana yang kita pikirkan ketika di sana. Belum lagi ada komplain dari mereka. Tetapi dari hari ke hari dengan dukungan semua pihak, kita benahi untuk pelayanan dasar dan kebutuhan dasar mereka,” ungkap Irmansyah.
Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan, penentuan nasib para pencari suaka ini ada dalam wewenang UNHCR dan pemerintah pusat. Pemprov DKI hanya menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan bantuan dari aspek kemanusiaan.
“Sesungguhnya wewenangnya itu pada UNHCR dan pemerintah pusat. Pemprov DKI dengan menggunakan sumber daya yang ada, kita menangani masalah kemanusiaan. Sebagai kemanusiaan, kita terlibat. Tapi persoalan pengungsinya sendiri nanti UNHCR yang mengatur,” kata Anies.
Terkait jangka waktu menampung para pencari suaka ini, Anies pun tidak bisa menentukanya. Dengan kata lain, Pemprov DKI akan terus memberikan bantuan berupa tempat pengungsian dan logistik.
“Nanti kita tanyakan ke UNHCR. Kan kami bantu sebatas aspek kemanusiaan. Kenyataannya, mereka ada di Jakarta dan kenyataannya mereka tidak punya rumah, karena itu kita fasilitasi. Tetapi seluruhnya nanti kita kembalikan pada UNHCR,” ujar Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta UNHCR segera menyelesaikan permasalahan para pencari suaka secepat mungkin. Jangan sampai tanggung jawab terhadap ribuan para pencari suaka menjadi pindah ke tangan Pemprov DKI.
“Jangan sampai nanti tanggung jawabnya jadi pindah ke Pemprov DKI. Kita ini membantu karena saat ini mereka terlantar. Tapi yang harus bertanggung jawab adalah UNHCR,” lanjut Anies. (A-4)
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved