Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri mengatakan pihaknya bersama United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) tengah merumuskan tata tertib untuk para pengungsi agar tidak menganggu aktivitas warga.
Hal itu menanggapi respons warga yang tinggal di sekitar lokais tempat pengungsian pencari suaka, yang kini ditempatkan di eks Gedung Kodim Kalideres, Jakarta Barat.
"Kita bersama UNHCR, imigrasi akan membuat tatib di pengungsian. Ada banyak nanti kita rumuskan. Kita tidak boleh merumuskan sendiri. Mesti ada UNHCR. Karena mereka (pencari suaka) dilindungi oleh hukum internasional," kata Taufan, saat dihubungi, Jakarta, Rabu, (17/7).
Ia menyebutkan beberapa tata tertib yang akan diterapkan mulai dari penghematan penggunaan air hingga peraturan jam keluar para pengungsi.
"Pertama mungkin penghematan kalau menggunakan air. Kedua mereka (pengungsi) tidak boleh pergi-pergi kalau sudah jam 10 malam," jelasnya.
Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui lurah dan camat sudah melakukan pendekatan kepada warga mengenai hal tersebut.
"Sudah. Pendekatan itu dilakukan oleh lurah dan camat yang bisa memberi pemahaman. Sekolah di sebelah lokasi pengungsian itu juga sudah kita ajak ngomong. Biasalah kalau orang masih baru jadi masih kaget," ucapnya.
baca juga: Menarik Wisatawan ke Kota Tua
Ia yakin bila warga terus diberikan pendekatan dan pemahaman, warga akan menerima kehadiran para pengungsi tersebut.
"Insyaalah kalau warga dikasih pemahaman betapa kita juga butuh dukungan internasional, mereka akan paham. Sebagai warga negara yang baik mesti bela negaranya juga kan. Salah satunya berkorban sedikit tentang kenyamanan," pungkasnya. (OL-3)
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved