Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT perkotaan Yayat Supriyatna mengatakan pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang diberikan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan membuat Pusat Kesenian tersebut lebih mandiri.
"Jika revitalisasi diserahkan kepada Jakpro mungkin akan lebih profesional nantinya, jadi mengembangkan fungsi dari arah edukasi ke arah bisnis dan akan membuat membuat TIM lebih mandiri," kata Yayat dalam saat dihubungi, Jumat (5/7).
Yayat menyebut kemungkinan ke depannya TIM akan lebih banyak memiliki unsur penggabungan antara unsur edukasi dan entertainment.
"Mungkin akan banyak unsur edutaimentnya lah, edukasi dan entertainment. Jadi mungkin dengan Jakpro, dia akan buat TIM lebih menarik, maju, dan berkembang, profesional gitu lah. Disitulah esensinya membuat pengembangan kegiatan TIM lebih mandiri," jelasnya.
Baca juga: Budayawan Betawi Sambut Baik Revitalisasi TIM
Ia menilai masuknya pembangunan lokasi wisma atau hotel dalam kawasan TIM merupakan bentuk swadana.
"Ya mungkin dari hotel itu bisa jadi swadana, jadi mau dapat darimana kalau TIM pengunjungnya sepi, karena Jakpro bidang properti ya karena dari situlah dia nantinya bisa mengelola secara lebih baik lagi," terangnya.
Ia berharap nantinya TIM dapat kembali hidup seperti dahulu, mencetak seniman-seniman besar
"Asal TIM lebih bagus, kegiatan lebih ramai, dan sekarang juga harus dipikirkan TIM mau dibuat jadi tempat apalagi. Dulu banyak seniman besar lahir disitu, sekarang sepi dari karya seniman besar, " pungkasnya.(OL-5)
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Mendikdasmen menegaskan revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah terpencil serta sekolah rusak.
Pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan sistem swakelola, dengan total progres 95 persen terselesaikan dari total 16.171 penerima manfaat program.
Pasar Baru masih memiliki kesan usang atau 'jadul' yang memerlukan sentuhan modernisasi, mulai dari estetika visual hingga infrastruktur pendukung.
Dengan integrasi moda transportasi yang kuat, Kota Tua tidak hanya akan menjadi destinasi wisata statis, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta.
Revitalisasi yang telah direncanakan selama lebih dari satu dekade ini merupakan proyek strategis yang melibatkan kolaborasi lintas instansi dan berbagai disiplin ilmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved