Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menimpa seorang bocah di Kota Depok, Jawa Barat. Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun mengalami luka bakar gara-gara disiram ibu angkatnya bernama Santika dengan air panas.
Salsabila, bocah perempuan itu, oleh tetangganya dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena luka bakar di sekujur tubuhnya sangat parah.
Kepala Polsek Limo, Komisaris Polisi Iskandar, menjelaskan, Santika tak hanya sekali melakukan penyiksaan terhadap korban tersebut melainkan sudah berulang kali. Bahkan korban yang sudah diangkat menjadi anak ini seringkali dijadikan seperti pembantu rumah tangga
"Korban yang biasa dipanggil Caca sudah sering disiksa padahal anak angkatnya udah sering dijadikan pembantu, sering juga pelaku siksa korban," kata Iskandar, Selasa (28/5).
Dia menuturkan jika peristiwa penyiraman air panas ke tubuh korban dilakukan pada 4 hari lalu pada Jumat 24 Mei 2019 di rumahnya jalan H Limun RT 001 RW 02 Kelurahan Pangkalanjati, Kecamatan Limo, Kota Depok.
"Memang sempat ada laporan masyarakat ke Polsek Limo tapi sekarang sudah di serahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok," pungkasnya.
Baca juga: ASN Pemkot Bekasi Boleh Bawa Mobil Dinas Saat Mudik
Anggara, tetangga korban terpisah menuturkan peristiwa penyiksaan itu tergolong sangat sadis.
"Korban Caca kulitnya terkelupas disiram pakai air panas dari wajah sampai ke kaki lukanya parah," ucap Anggara.
Menurut Anggara terbongkarnya kasus penyiksaan ini setelah seorang warga bernama Ismi melihat Caca sedang berjemur di halaman rumah dengan kondisi mengenaskan. Kemudian dia memvideokan dan menfabarkan kepada warga lainya. Selanjutnya korban pun dipanggil oleh warga ke rumah Ismi dan dimintai keterangan terkait pemyebab luka yang dialami.
"Awalnya korban takut enggak ngaku tapi akhirnya ngaku juga dia sering dipukul menggunakan gagang jemuran, dilempar penyuplai baterai telepon seluler (power bank), hingga disiram air panas," jelasnya.
Anggara mengatakan bahwa korban langsung dibawa ke Puskesmas, namun akibat luka yang terlalu parah kemudian korban di rujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan.setelah di Puskesmas tidak tertangani karena memang luka bakarnya cukup parah.
Mendapat penjelasan sejumlah warga yang merasa jangkel dengan keadaan korban langsung melaporkan ke pihak kepolisian. (OL-1)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mencatat lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kekerasan seksual sepanjang tahun 2025.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun ekosistem hukum yang kuat serta edukasi yang memadai untuk melindungi anak-anak.
kasus kekerasan terhadap siswa ini mencederai rasa kemanusiaan.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini.
Psikolog anak, Mira Damayanti Amir, menekankan bahwa darurat kekerasan tengah terjadi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved