Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kota Depok masih akan diganggu banjir yang rutin datang tiap tahun karena proyek sodetan sejajar Tol Cijago yang selama ini diklaim mampu mengurangi banjir di kawasan Taman Duta hingga kini belum berjalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Dadan Rustandi menjelaskan banjir masih akan mengganggu kawasan Kota Depok hingga lima tahun mendatang atau 2024.
Hal itu karena belum direalisasikannya proyek sodetan sejajar Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).
"Upaya mengatasi banjir di Kota Depok ternyata masih sebatas rencana. Terbukti BPJT yang me-rencanakan pembangunan sodetan sejajar Tol Cijago itu belum mau menepati janjinya," ujar Dadan, kemarin.
Pria jangkung yang baru dua hari menjadi Kepala Dinas PUPR Kota Depok itu mengakui tahun ini Kota Depok akan kembali terendam banjir karena beberapa program penanganan banjir jangka panjang belum berjalan secara optimal.
"Tahun ini, kalau hujan turun masih dalam volume besar, kita masih banjir karena pemerintah pusat belum melaksanakan kegiatan untuk mengantisipasi banjir di Kota Depok," kata Dadan.
Dadan mengatakan, saat ini sejumlah kegiatan rutin segera dikerjakan, seperti pembangunan turap (sheet pile) untuk menopang bantaran sungai, perbaikan saluran drainase, dan perbaikan jalan perkotaan yang rusak akibat banjir.
"Kita sudah menyiapkan APBD sebesar Rp347 miliar," tukasnya.
Perihal kondisi 26 situ di Kota Depok yang terus mengalami pendangkalan dan penyusutan luasan, Dadan menyebut salah satu solusi dari PUPR untuk mengatasi kondisi situ-situ yang luasannya makin menyusut serta mendangkal dan dipenuhi sampah-sampah ialah dengan menyerahkan 26 situ ke Pemerintah Kota Depok. "Ke-26 situ di Kota Depok itu merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," ucapnya.
Dadan mengatakan situ-situ yang ada di Kota Depok perlu dinormalisasi sebagai resapan yang menerima air dari hulu ketika di sana hujannya deras. "Tangkapan air ini mampu mengontrol volume air dari hulu yang masuk ke kawasan Kota Depok," paparnya.
Situ-situ di Kota Depok, sambungnya, memberikan dampak besar untuk mengatasi banjir. (KG/X-6)
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved