Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan sensasi pemberitaan terkait banjir di DKI Jakarta tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu, dia enggan menanggapi terkait banjir lebih jauh.
"Durasinya berapa lama, karena sensasinya tidak sebanding dengan kondisinya," kata Anies, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).
Baca juga: Satgas Tinombala Temukan Banyak Barang Bukti Kelompok Ali Kalora
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu justru meminta wartawan untuk memastikan jumlah RT yang tergenang banjir dan durasi banjir yang berlangsung di sejumlah wilayah tersebut.
"Tempatnya, jumlah Anda lihat aja. Saya berharap teman-teman yang menulis jumlah RT-nya berapa," sebutnya.
Ditanya terkait normalisasi kali Ciliwung, Anies juga enggan berkomentar. Padahal, Pemprov DKI Jakarta rencananya akan melakukan normalisasi atau naturalisasi untuk mencegah terjadinya banjir di Ibu Kota. "Bedanya apa? (Normalisasi atau naturalisasi). Oh nanti deh itu. Udah terlalu sering," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo menyebut pihaknya masih melakukan pendataan dan verifikasi sejumlah lokasi yang disinyalir mengalami genangan akibat hujan yang mengguyur Ibu Kota Jakarta sejak semalam.
"Masih kita verifikasi dan di-cross check dulu di lapangan, berapa lama tergenang dan berapa ketinggiannya. Jadi, mohon maaf dulu ya," kata Subejo melalui pesan singkat, kepada Wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Hujan yang mengguyur Jakarta, menyebabkan sebagian ruas jalan di Jakarta Utara (Jakut) tergenang air. Genangan air terpantau di ruas Jalan Danau Sunter, ruas Jalan Sunter, Jalan RE Martadinata, serta ruas Jalan Jembatan Tiga.
Pantauan di lapangan, Selasa, (5/3), ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Akibatnya, penumpukan kendaraan pun tak terhindarkan. Kemacetan terjadi hingga satu kilometer.
Baca juga: Anies: Pengumuman Penetapan Tarif MRT Tunggu Kesiapan DPRD
Berdasarkan data Jakarta Smart City, titik banjir tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Setidaknya terdapat 30 titik yang diprediksi terendam saat turun hujan.
Di Jakarta Utara, lokasi yang harus diantisipasi ialah yakni di Jalan Boulevard Raya, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Gaya Motor Raya. (OL-6)
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara terendam akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
Banjir Jakarta mulai menunjukkan tren surut. BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu pagi masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara yang tergenang.
Update banjir Jakarta pagi ini, Sabtu 31 Januari 2026. BPBD DKI catat 29 RT terendam, Cawang dan Kampung Melayu terparah akibat luapan Ciliwung.
Hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memicu banjir dan tanah longsor.
Tasriah 75 tahun, penderita sakit stroke di kampung Dukuh Desa Mulyasari, Pamanukan Subang, harus seger dievakuasi karena ketinggian banjir makin naik.
Umur tanaman padi yang terendam air berkisar 10 hingga 25 hari
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved