Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT deman berdarah dengue (DBD) mulai berjangkit di Kota Depok. Berjangkitnya penyebaran penyakit demam berdarah dengue akibat lingkungan kotor menyebabkan nyamuk aedes aegypti berkembang dan menularkan penyakit.
Sepanjang Januari 2019, sudah 149 kasus demam berdarah di Kota Depok. Jumlah penderita demam berdarah di Kota Depok kemungkinan mencapai ratusan jika Dinas Kesehatan Kota setempat mendata warga penderita non-KTP Kota Depok, yang dirawat di rumah sakit-rumah sakit di Kota Depok.
"Jika mereka warga Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) tidak kami data. Kami, hanya mendata warga Kota Depok. Tujuannya, agar kami mudah melakukan intervensi kepada mereka," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita, Sabtu (26/1).
Intervensi dimaksud ialah upaya untuk mencegah penyebaran wabah demam berdarah yang ditularkan gigitan nyamuk aedes aegypti meluas ke berbagai wilayah di 63 kelurahan dan 11 kecamatan di Kota Depok. Salah satunya dengan fogging serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Menurut Novarita, meski sudah 149 kasus demam berdarah di Kota Depok, hal itu belum bisa disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).
“Belum masuk sebagai kategori KLB. Ini baru masuk dalam kategori Siaga DBD,“ kata dia.
Baca juga: Cegah DBD, Klaten Intensifkan Program RW Sehat
Novarita mengakui, wilayahnya merupakan endemis demam berdarah. Tiap tahun penyakit mematikan tersebut selalu ditemukan di wilayah itu. Sepanjang 2018 ada 892 kasus demam berdarah di Kota Depok.
Tingginya demam berdarah di Kota Depok diduga karena banyak rumah kosong dan tidak dibersihkan sehingga nyamuk berkembang biak. Selain itu, pola hidup tidak sehat juga memicu berjangkitnya penyakit mematikan itu.
Jika masyarakat tidak peduli membersihkan lingkungan, sambungnya, penyakit demam berdarah akan terus berjangkit dan mengancam keselamatan masyarakat. Sebab, demam berdarah bisa menyerang siapa saja. Untuk itu, tidak ada kompromi bagi nyamuk aedes aegypti.
Dikatakan Novarita, penyuluhan tak akan ampuh jika tidak ditindak lanjuti dengan pembersihan lingkungan fogging atau pengasapan. Karena pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Sementara jentik-jentinya akan terus tumbuh dan berkembang biak.
Pemberantasan nyamuk demam berdarah dapat dilakukan dengan memberantas sarang. Yakni dengan cara membersihan, menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang bisa menampung air yang menjadi tempat nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak.
Selain itu, lanjut Novarita, cuaca yang saat ini tengah tengah tak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi juga menjadi pemicu meningkatnya kasus demam berdarah. Hal lain yang wajib diwaspadai oleh warga Kota Depok dalam kasus demam berdarah ini adalah munculnya new emerging disease dimana beberapa kasus demam berdarah tidak disertai dengan munculnya bercak merah di kulit.
"Mencegah demam berdarah adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, bila lingkungan rumah kita kotor maka bisa menjadi wadah tempat berkembang biak nyamuk aedes aegepyti dan bisa menjangkiti banyak orang," papar Novarita. (OL-3)
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), selama Januari hingg 30 Oktober 2025 angka demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 131.393 kasus.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved