Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BANDUNG tidak hanya soal pemandangan alam yang asri atau udara pegunungan yang sejuk. Di balik modernitas kota yang kini semakin canggih pada tahun 2026, terdapat satu aspek yang tetap menjaga jiwanya, kuliner legendaris. Banyak kedai makan telah berdiri lebih dari setengah abad, melewati berbagai krisis ekonomi dan perubahan zaman, namun tetap mempertahankan resep yang sama sejak hari pertama mereka dibuka.
Mengunjungi Bandung tanpa mencicipi hidangan ikoniknya bagaikan membaca buku tanpa bab penutup. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri sebelas destinasi rasa yang telah menjadi bagian dari sejarah hidup warga Bandung dan tetap menjadi primadona hingga saat ini.
Tips Pro: Untuk menikmati kuliner legendaris di area pusat kota seperti Braga atau Naripan, disarankan menggunakan transportasi daring guna menghindari kendala parkir yang terbatas.

Jika Anda mencari definisi masakan Sunda yang otentik, Warung Nasi Ibu Imas adalah jawabannya. Berpusat di Jalan Pungkur, kedai ini telah berkembang menjadi beberapa cabang di area yang sama. Keistimewaan utamanya terletak pada sambal dadak yang pedasnya membakar namun membuat ketagihan. Ayam goreng, karedok, dan jukut goreng menjadi pendamping wajib yang tidak boleh dilewatkan. Di tahun 2026, konsistensi rasa sambal mereka tetap menjadi standar emas bagi pecinta kuliner pedas.
Berdiri sejak tahun 1958, Mie Naripan yang terletak di persimpangan Jalan Naripan dan Jalan Sunda tetap mempertahankan nuansa kedai tempo dulu. Menu andalannya adalah Mi Yamin (manis atau asin) dengan topping bakso, pangsit, dan babat. Tekstur mi yang kenyal karena dibuat sendiri (homemade) menjadi pembeda utama dengan mi pada umumnya. Meskipun banyak bermunculan gerai mi kekinian, Mie Naripan tetap memiliki basis pelanggan setia yang lintas generasi.

Siapa yang tidak kenal Batagor Kingsley? Terletak di Jalan Veteran, tempat ini hampir selalu dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan. Batagor dan siomay di sini dikenal memiliki tekstur yang garing di luar namun sangat lembut dan terasa ikannya di dalam. Saus kacangnya yang kental dan gurih menyempurnakan hidangan ini. Hingga tahun 2026, Kingsley tetap menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan khas Bandung.
Dahulu dikenal dengan nama Maison Bogerijen pada era 1920-an, Braga Permai adalah salah satu restoran tertua di Bandung. Terletak di Jalan Braga yang ikonik, restoran ini menawarkan menu perpaduan Indonesia dan Barat. Mencicipi es krim legendaris atau kue-kue klasik di sini sambil melihat lalu lalang orang di Jalan Braga memberikan sensasi nostalgia yang tidak ditemukan di tempat lain.
Di tengah gempuran toko roti modern dengan teknik artisan, Roti Sidodadi di Jalan Otto Iskandar Dinata tetap setia dengan konsep roti jadulnya. Tanpa bahan pengawet dan menggunakan mesin kuno, roti ini memiliki tekstur yang lebih padat namun sangat empuk. Varian rasa seperti cokelat, keju, hingga krenten (kismis) selalu habis diburu pembeli sejak pagi hari. Harganya yang tetap terjangkau di tahun 2026 menjadikannya favorit semua kalangan.

Cuanki Serayu telah menjadi ikon kuliner kaki lima yang naik kelas. Berlokasi di Jalan Serayu, antrean panjang adalah pemandangan biasa di sini. Perpaduan antara bakso, tahu, dan pangsit yang disiram kuah kaldu ikan yang bening namun kaya rasa sangat cocok dinikmati saat cuaca Bandung sedang mendung atau hujan.
Sate Jando yang terletak di belakang Gedung Sate ini membuktikan bahwa rasa yang enak akan selalu dicari meski tempatnya sederhana. Jando adalah bagian lemak susu sapi yang memberikan tekstur kenyal dan rasa gurih yang unik saat dibakar. Disiram dengan bumbu kacang yang kental, sate ini menjadi menu sarapan atau makan siang favorit bagi warga lokal maupun pelancong.
Mih Kocok Mang Dadeng di Jalan Banteng (KH Ahmad Dahlan) dikenal karena kuahnya yang sangat kental dan gurih hasil rebusan kaki sapi selama berjam-jam. Irisan kikil yang empuk serta tambahan sumsum sapi membuat hidangan ini terasa sangat mewah di lidah. Resep rahasia dengan 27 macam bumbu rempah tetap dipertahankan hingga generasi sekarang.

Berbeda dengan iga bakar pada umumnya, Si Jangkung di Jalan Cipaganti menyajikan iga yang sudah dilepaskan dari tulangnya. Daging iga dipotong kecil-kecil, dibakar, lalu disajikan di atas cobek panas dengan irisan bawang merah, cabai rawit, dan tomat. Aroma smokey dan rasa manis pedasnya sangat meresap hingga ke serat daging.
Terletak di Jalan Braga, toko ini seakan terjebak dalam kapsul waktu. Nama-nama menunya masih menggunakan bahasa Belanda seperti Suikerbol, Ananastaart, hingga Vruchten Sneeuw. Interiornya yang minimalis tanpa musik latar justru menambah kesan otentik dari toko roti yang sudah ada sejak tahun 1929 ini.
Berdiri sejak tahun 1956 di Jalan Macan, Lotek Macan menawarkan menu lotek (sayuran rebus dengan bumbu kacang) yang segar. Perbedaan lotek di sini adalah bumbu kacangnya yang sangat halus dan rasa kencurnya yang pas. Selain lotek, tersedia juga berbagai masakan rumahan yang membuat pengunjung merasa sedang makan di meja makan nenek sendiri.
Beberapa yang paling ikonik adalah Batagor Kingsley, Mie Naripan, dan Warung Nasi Ibu Imas karena sejarahnya yang panjang dan rasa yang konsisten.
Sebagian besar terletak di area Bandung Tengah seperti Jalan Braga, Jalan Naripan, dan Jalan Veteran.
Harganya bervariasi. Tempat seperti Roti Sidodadi dan Sate Jando sangat terjangkau, sementara Braga Permai berada di kelas menengah ke atas.
Sangat disarankan datang sebelum jam 09.00 pagi karena stok roti seringkali sudah habis menjelang siang hari.
| Poin Persiapan | Keterangan |
|---|---|
| Mata Uang Rupiah Tunai | Siapkan uang kecil untuk parkir dan transaksi di kedai kaki lima. |
| Waktu Kedatangan | Datang di hari kerja untuk menghindari antrean wisatawan akhir pekan. |
| Transportasi | Gunakan motor atau transportasi online agar tidak pusing mencari parkir. |
Menjelajahi kuliner legendaris Bandung di tahun 2026 adalah perjalanan melintasi waktu. Meski kota terus berkembang, rasa otentik dari sebelas tempat di atas membuktikan bahwa kualitas dan tradisi akan selalu memiliki tempat di hati para penikmatnya. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved