Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BENTUKNYA lebih mirip gyoza. Namun, pan fried buns ini memiliki tekstur yang lembut di bagian atas, dasar yang renyah, dan isian juicy yang meledak di mulut saat digigit. Isian ayam dan udang segar memberikan kombinasi rasa gurih dan tekstur yang sempurna, menjadikannya pilihan favorit para pecinta kuliner.
Pan fried buns ini merupakan menu andalan dari Rasa Wang Dimsum resmi membuka pintunya di Jl. H. Nawi Raya No. 46C, Gandaria, Jakarta Selatan.
Berlokasi strategis dekat MRT Haji Nawi, Rasa Wang Dimsum adalah pelopor Dimsum Shanghai di Indonesia sekaligus restoran pertama yang menghadirkan konsep Poppin Dimsum, dimsum dengan kejutan rasa di dalamnya.
Dengan bahan berkualitas tinggi dan teknik pembuatan yang autentik, Rasa Wang menjanjikan pengalaman kuliner berbeda bagi para pecinta dimsum.
"Pan Fried Buns khas kami menghadirkan sensasi juicy dalam gigitan pertama. Ini adalah yang pertama di Asia Tenggara. No pork, no lard & no alcohol tetapi tetap menghadirkan cita rasa autentik dan menggugah dari Shanghai,” tutur Prinsipal Owner Rasa Wang Dimsum asal Singapura Rebecca Yuqing Wang.
Rebecca menambahkan, “Setiap gigitan memberikan rasa yang kaya dan memuaskan, unik sekaligus inklusif, yang mencerminkan esensi Wangfu Shanghai Dimsum. Kami ingin menciptakan Pan Fried Buns yang memberikan kejutan dan kesenangan. Dengan setiap gigitan, Anda mendapatkan ledakan rasa juicy yang membuat orang ingin kembali lagi.”
“Pan Fried Buns kami merupakan inovasi baru dalam dunia dimsum di Indonesia, menghadirkan sensasi juicy yang memanjakan setiap gigitan pelanggan. Dibuat dari bahan-bahan pilihan berkualitas, kami menyajikan Pan Fried Buns dalam dua variasi nikmat: ayam dengan udang serta pilihan ayam saja,” timpal Head Chef Rasa Wang Dimsum Indonesia, Vendi Setiono.
Chef Tom Ranson, sebagai Chef Owner dan Managing Partner dari Rasa Wang Indonesia, secara konsisten melakukan quality control atas cita rasa dan teknik pembuatan handmade dimsum Rasa Wang.
Para Chef De Partie (CDP) Wrapper di Rasa Wang Dimsum sebelumnya juga telah mendapatkan pelatihan khusus dari Head Chef berpengalaman yang datang langsung dari Singapura dan Shanghai, untuk memastikan kualitas autentik dalam setiap sajian.
Selain Pan Fried Buns, Rasa Wang juga menawarkan menu khas lainnya, seperti Fried Pot Stickers, Xiao Long Bao yang menghadirkan kuah kaldu lezat di dalamnya, hingga Bakpao Telur Asin dengan isian creamy kuning telur asin.
Untuk para pecinta mie, ada Kung Pao Chicken Noodle dengan rasa pedas gurih yang menggoda. Semua hidangan dibuat 100% handmade tanpa babi, lemak babi, atau alkohol, sehingga tetap ramah untuk semua kalangan.
Harga menu mulai dari Rp 20.000-an, menjadikannya pilihan terjangkau dengan kualitas rasa yang premium. (Z-1)
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak konsumsi karena membawa risiko kesehatan yang serius.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Kunci utama menghalau virus flu terletak pada kombinasi seimbang antara karbohidrat, protein, dan asupan vitamin dari buah-buahan.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bersantai dan menikmati hidangan lezat bersama orang terdekat.
Menyambut perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2025, Bigland Bogor Hotel menghadirkan hidangan spesial dimsum yang menjadi simbol keberuntungan, keharmonisan, dan kemakmuran
Seluruh masakan santap siang itu disediakan oleh sekitar enam orang pramusaji,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved