Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjalani ibadah puasa di tahun 2026 memerlukan persiapan khusus bagi Anda yang memiliki riwayat Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali saat sahur dan berbuka sering kali menimbulkan kekhawatiran akan naiknya asam lambung. Namun, dengan strategi yang tepat, penderita GERD tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan sehat.
GERD terjadi ketika otot katup di bagian bawah kerongkongan (Lower Esophageal Sphincter/LES) melemah, sehingga isi lambung naik kembali ke atas. Saat puasa, kondisi perut yang kosong dalam waktu lama sebenarnya bukan masalah utama, melainkan kebiasaan makan yang salah saat sahur dan berbuka yang memicu tekanan pada lambung.
Sahur sangat krusial untuk mencegah perut kosong terlalu lama. Pilihlah menu yang kaya serat seperti oatmeal, sayuran hijau, atau nasi merah. Serat membantu menyerap asam lambung berlebih dan memberikan rasa kenyang yang lebih lama tanpa membebani kerja pencernaan.
Saat berbuka, hindari perilaku "balas dendam" dengan makan porsi besar sekaligus. Hal ini akan menyebabkan lambung meregang secara mendadak dan mendorong asam naik ke kerongkongan. Mulailah dengan camilan ringan seperti kurma dan air putih, lalu berikan jeda sekitar 30 menit sebelum makan utama.
Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat menyebabkan katup kerongkongan merelaksasi. Gantilah metode memasak gorengan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang untuk menjaga kesehatan lambung selama Ramadan.
Ini adalah aturan emas bagi penderita GERD. Berikan jeda minimal 2 jam setelah makan sahur atau berbuka sebelum berbaring. Jika harus tidur, gunakan posisi bantal yang lebih tinggi atau tidur miring ke kiri untuk memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak naik.
Kurangi atau hindari minuman berkafein (kopi/teh kental) dan minuman bersoda karena dapat mengiritasi dinding lambung. Air putih hangat atau wedang jahe tanpa gula berlebih sangat disarankan untuk menenangkan saluran cerna.
Nikotin dalam rokok dapat melemahkan fungsi otot LES. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk mengurangi atau berhenti merokok demi kesehatan lambung jangka panjang.
Bagi penderita GERD yang memerlukan terapi obat, pastikan dosis diminum secara teratur. Biasanya obat jenis PPI (Proton Pump Inhibitor) diminum 30 menit sebelum sahur atau saat berbuka untuk hasil maksimal.
Puasa bagi penderita GERD bukanlah hal yang mustahil. Dengan menjaga jenis makanan, mengatur porsi, dan tidak langsung tidur setelah makan, gejala asam lambung dapat diminimalisir. Jika muncul gejala berat seperti nyeri dada hebat atau muntah terus-menerus, segera konsultasikan dengan tenaga medis terdekat.
Sejumlah studi di wilayah perkotaan menunjukkan sekitar 9,35% responden mengalami gejala gerd, yakni gangguan akibat naiknya asam lambung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved