Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Suplemen Kolagen Terbukti Perbaiki Elastisitas Kulit, Tapi Benarkah Bisa Hilangkan Kerutan?

Thalatie K Yani
27/2/2026 11:29
Suplemen Kolagen Terbukti Perbaiki Elastisitas Kulit, Tapi Benarkah Bisa Hilangkan Kerutan?
Ilustrasi(freepik)

MENGONSUMSI suplemen kolagen setiap hari dapat meremajakan kulit dengan meningkatkan elastisitas dan hidrasi. Namun, bagi Anda yang berharap suplemen ini bisa melenyapkan kerutan seketika, hasil tinjauan ilmiah terbaru mungkin akan sedikit mengecewakan.

Para ahli dari Anglia Ruskin University melakukan tinjauan sistematis terhadap 113 uji coba yang melibatkan hampir 8.000 orang. Hasilnya menunjukkan keyakinan tinggi bahwa pil atau bubuk kolagen memberikan "manfaat nyata" bagi kulit jika dikonsumsi dalam jangka panjang, namun bukan merupakan solusi instan.

Fokus pada Pemeliharaan, Bukan Penghilang Kerutan

Penelitian yang diterbitkan dalam Aesthetic Surgery Journal Open Forum ini menekankan kolagen lebih tepat diposisikan sebagai pemeliharaan holistik untuk kulit yang menua atau rusak akibat sinar matahari. Kolagen bukan sebagai perawatan anti-kerut yang agresif.

Salah satu peneliti utama, Prof. Lee Smith, menjelaskan temuan ini membawa bukti terkuat hingga saat ini mengenai suplementasi kolagen.

"Kolagen bukanlah obat untuk segalanya, tetapi ia memiliki manfaat yang kredibel bila digunakan secara konsisten dari waktu ke waktu, terutama untuk kulit dan osteoartritis. Temuan kami menunjukkan manfaat nyata di bidang utama penuaan yang sehat, sekaligus mematahkan beberapa mitos seputar penggunaannya," ujar Prof. Smith.

Selain manfaat kulit, kolagen juga terbukti dapat meredakan nyeri sendi dan kekakuan akibat artritis.

Faktor Usia dan Gaya Hidup

Kolagen adalah protein alami yang diproduksi tubuh untuk memperkuat kulit, kuku, tulang, dan jaringan ikat. Sayangnya, produksi ini menurun seiring bertambahnya usia, terutama saat memasuki masa menopause di mana kulit bisa kehilangan hingga sepertiga kolagennya. Kebiasaan merokok dan paparan sinar matahari memperburuk kondisi ini.

Menanggapi klaim industri yang sering kali berlebihan, para peneliti menekankan pentingnya kejujuran terhadap konsumen. Prof. Smith menambahkan, jika anti-penuaan didefinisikan sebagai memperbaiki warna kulit dan kelembapan agar tampak lebih muda, maka suplemen ini memang mendukung klaim tersebut.

Pentingnya Nutrisi Pendukung

Meski suplemen membantu, kesehatan kulit tetap tidak bisa dilepaskan dari pola makan. Ilmuwan nutrisi dari British Nutrition Foundation, Bridget Benelam, mengingatkan Vitamin C sangat krusial dalam pembentukan kolagen.

"Vitamin C membantu pembentukan kolagen, sehingga mencukupinya dari jeruk, beri, sayuran hijau, paprika, dan tomat sangat membantu. Seng (zinc) yang ditemukan dalam daging, keju, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga membantu tubuh memproduksi kolagen secara alami," jelas Benelam.

Bagi mereka yang menjalankan diet vegan, tubuh tetap bisa memproduksi kolagen dari asam amino yang ditemukan dalam protein nabati seperti kacang polong dan lentil.

Meskipun tinjauan ini memberikan angin segar bagi dunia kecantikan, Dr. Tamara Griffiths dari British Association of Dermatologists menyarankan perlunya penelitian dermatologis yang lebih terfokus dan kuat untuk memperkuat janji yang diangkat dalam ulasan sistematis ini. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya