Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Ada Rantang Berlukis Gaya Peranakan asal Malaysia hingga Kain Bermotif Delima dari Uzbekistan di Inacraft 2026

Iis Zatnika
06/2/2026 09:27
Ada Rantang Berlukis Gaya Peranakan asal Malaysia hingga Kain Bermotif Delima dari Uzbekistan di Inacraft 2026
Peserta pameran Inacraft 2026 dari luar negeri berasal dari Malaysia, Uzbekistan, Vietnam, India, hingga Vietnam.(MI/Iis Zatnika)

Ada motif batik yang dilukis di rantang berukuran mini hingga besar. Pun, motif kebaya, peranakan, hingga oriental yang dilukis bukan cuma di rantang, namun juga cangkir, baki, hingga toples yang semuanya berbahan stainless steel. Gambar-gambarnya berwarna-warni ceria dan anggun.

Tiffin Jeiwa, jenama aneka kriya perlengkapan makan dan minum yang fungsional namun estetik asal Malaysia itu menjadi salah satu dari 10 peserta kategori internasional yang berpartisipasi dalam The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026. Ina Fadilah Nizar, sang pendiri Jeiwa Global Handicraft Sdn Bhd, berkisah bahkan cangkirnya telah diborong ratusan buah oleh seorang pemilik kafe di Kemang, Jakarta Selatan, untuk dijadikan cendera mata acara pernikahan sang anak. 

Respons posiitif pasar Indonesia pada produknya yang harganya mulai ratusan ribu rupiah itu membuatnya optimistis produknya moncer terjual dalam pameran yang diselenggarakan hingga 8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center itu. "Bahkan kami juga menyediakan hadiah untuk pemenang karya terbaik di pameran ini," kata Ina. 

Wakil Ketua Umum II Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bidang Kerja Sama Regional dan InternasionalBaby Jurmawati  menyatakan tahun ini pihaknya memang kembali menyelenggarakan Inacraft Appreciation Night untuk mengapresiasi para perajin dan pengusaha Indonesia yang telah menunjukkan keunggulan dan inovasi melalui karya mereka. Selain itu, ada 2 penghargaan baru yaitu Inacraft Womenpreneurs Award yang dikhususkan bagi peserta dan Inacraft Digital Excellence Award.

Baby menjelaskan, Inacraft merupakan pameran kriya terbesar di Asia Tenggara, didasarkan capaian jumlah peserta, pengunjung, serta transaksi. "Karena memang pasar Indonesia sendiri sangat besar, sementara di aspek industrinya, kita punya banyak suku, budaya, dan kultur mengolah kriya yang memang besar. Di taraf ASEAN, kita masih di peringkat atas dari aspek kriya kerajinan tangan, walaupun sekarang Vietnam juga berkembang pesat dengan dukungan luar biasa dari pemerintahnya," kata Baby.

Dukungan dari pemerintah itu, kata Baby, berupa akses pemasaran, keikutsertaan dalam pameran, insentif khusus pada pasokan bahan baku, hingga kemudahan ekspor. Selain Malaysia, peserta pameran dari luar negeri itu, di antaranya berasal dari Uzbekistan, Vietnam, India, hingga Vietnam. 

Inacraft tahun ini menetapkan target transaksi ritel sebesar Rp102,5 miliar dengan kontrak dagang diharapkan mencapai 1,5 juta Dollar AS. Tahun ini, pameran bertema “From Smart Village to Global Market” itu menempati area seluas 24.941 m2 dan menargetkan 100.000 pengunjung lokal dan 1.000 pembeli dari luar negeri. Mereka berasal dari Jepang, Singapura,  Malaysia, Timor Leste, USA, India, Australia, Prancis, Uzbekistan, Filipina, Brunei Darussalam, dan Maroko. 

"Kehadiran peserta pameran internasional ini merupakan upaya kami untuk terus menjalin jejaring, karena dengan begitu kami mendapatkan undangan dan kemudahan untuk juga mengikuti berbagai pameran di luar negeri. Selain itu terbuka peluang kita untuk menjajaki pasokan bahan baku misalnya katun dan sutra dari Uzbekistan ketika stok dalam negeri kurang," ujar Beby. 

Jika Malaysia menyajikan alat makan dan minum dengan lukisan, Uzbekistan menampilkan aneka fesyen yang disulam dengan mayoritas motifnya terinspirasi dari buah delima yang mereka hasilkan hingga pisau dan gunting tradisonal, sedangkan India juga menampilkan aneka kain hasil tenun dan sulam nan eksotis. (X-8)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya