Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

7 Cara Berlatih Stoikisme, Ajaran yang Diterapkan Marissa Anita

Nike Amelia Sari
19/11/2025 11:40
7 Cara Berlatih Stoikisme, Ajaran yang Diterapkan Marissa Anita
Aktris Marissa Anita(Dok: akun X @MarissaAnita)

JURNALIS sekaligus aktris Marissa Anita menjadi sorotan publik setelah diketahui mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Andrew Trigg. Hingga kini, alasan retaknya hubungan pasangan ini belum terungkap. Berdasarkan berkas yang masuk di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, permohonan cerai tersebut terdaftar pada 12 November 2025.

Walaupun kabar perceraiannya telah terkonfirmasi, Marissa belum memberikan penjelasan apa pun kepada publik. Selama ini ia memang dikenal menjaga batasan privasi, terutama mengenai urusan keluarga.

Di tengah situasi sulit yang dialaminya, publik kembali mengingat satu prinsip hidup yang sering ia bagikan, yaitu filosofi stoikisme. Dalam berbagai tulisan dan video yang Marissa unggah melalui Greatmind dan Youtube, Marissa mengaku bahwa stoikisme membantu dirinya menjalani hidup dengan lebih tenang. Lantas, apa sebenarnya stoikisme itu?

Pengertian Stoikisme

Stoikisme merupakan aliran pemikiran dari Yunani kuno yang berkembang sekitar 300 SM. Meski sering dipahami secara keliru, stoikisme tidak mengajarkan seseorang untuk mematikan perasaan.

Melansir dari situs Real Simple, ajaran ini justru menekankan bahwa emosi perlu dipahami dan diarahkan dengan sehat, bukan ditekan. Stoikisme mengingatkan bahwa manusia tidak mampu mengontrol segala hal di luar dirinya, namun sepenuhnya berkuasa atas respons dan sikap yang diambil ketika menghadapi kondisi sulit.

Karena itu, pemikiran stoik (orang yang mempraktikkan stoikisme) tetap relevan hingga kini, terutama bagi mereka yang ingin mengelola stres dan kecemasan. Salah satu aspek terpenting dari stoikisme, menurut Marissa, adalah penguasaan diri (self mastery). Mereka yang mampu mengelola diri dengan baik cenderung lebih kuat secara mental, lebih stabil emosinya, dan lebih siap menghadapi tantangan.

Cara Menerapkan Prinsip Stoikisme

Berikut tujuh cara melatih diri menerapkan prinsip stoikisme:

1. Melatih Kemalangan (Premeditatio Malorum)

Ajaran stoik mendorong seseorang mempersiapkan diri menghadapi situasi buruk dengan membayangkan bahkan menyimulasikannya. Dengan begitu, ketika musibah sungguhan datang, kita tidak mudah goyah. Kita bisa melatih diri dengan hidup sederhana atau membayangkan skenario terburuk secara detail untuk menguji respons kita. 

2. Identifikasi Hal yang Bisa Diubah dan tidak

Saat menghadapi masalah, identifikasi mana yang bisa kamu ubah dan mana yang berada di luar kendali. Tidak peduli sekeras apa usaha, kamu tidak bisa memaksa seseorang menyukai kamu jika ia telah memutuskan sebaliknya. Fokuskan energi pada hal-hal yang dapat kamu pengaruhi, dan lepaskan yang tidak bisa kamu kendalikan.

3. Melatih Persepsi

Kamu perlu melatih persepsi kamu atas berbagai hal. Contohnya ketika seseorang meninggalkan kamu demi orang lain, kamu tetap memiliki kuasa penuh untuk menentukan apakah kamu akan terpuruk atau tetap memilih melanjutkan hidup dengan kepala tegak.

4. Melihat dari Perspektif yang Lebih Luas

Ambil jarak ketika menilai suatu keadaan. Melihat dari perspektif yang lebih luas akan membantu kamu mengambil keputusan yang lebih bijak. Layaknya astronot yang memandang bumi dari luar angkasa, kita disadarkan betapa kecilnya diri kita dan betapa remeh banyak hal yang kita khawatirkan.

5. Mengingat bahwa Segalanya Tidak Kekal

Tak ada apa pun yang benar-benar permanen, baik status, reputasi, pencapaian, harta, bahkan orang-orang terdekat. Bagi penganut stoikisme, yang terpenting adalah berbuat baik dan bertindak benar selama masih diberi kehidupan.

6. Merenungkan Kematian

Memikirkan kematian bisa terasa menakutkan jika dipahami secara keliru. Namun bagi stoik, kesadaran akan kematian justru menumbuhkan kerendahan hati dan mendorong seseorang untuk lebih menghargai hidup.

7. Menerima Takdir

Stoikisme mengajarkan untuk tidak memaksakan dunia berjalan sesuai keinginan. Jangan berharap sesuatu terjadi seperti yang kamu inginkan. Sebaliknya, berharaplah apa yang terjadi sebagaimana mestinya, sehingga kamu akan bahagia.

Menerima keadaan apa adanya membantu kita menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya