Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH perempuan mengaku kerap merasa tak nyaman atau muncul sensasi gatal saat memakai pembalut. Tentu hal tersebut membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Lalu, apa sih yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi?
Mengapa terasa gatal saat memakai pembalut? Dr Tishya Singh, seorang dokter kulit, mengatakan memakai pembalut sering kali menimbulkan ruam yang tidak diinginkan sehingga menyebabkan gatal, bengkak, kemerahan, dan infeksi lainnya.
"Ruam dapat disebabkan oleh gesekan, kelembapan, panas, dan iritasi yang berkontribusi terhadap penumpukan bakteri,” ungkapnya seperti dilansir dari situs The Indian Express.
Melansir dari situs Medical News Today, berikut beberapa penyebab rasa gatal saat memakai pembalut dan cara mengatasinya;
Saat kamu memakai pembalut, bisa menyebabkan gesekan akibat pergerakan tubuh, sehingga berpotensi menimbulkan ruam. Saat kamu berjalan atau berlari bisa membuat pembalut bergeser sehingga menyebabkan ruam gesekan pada vulva. Kamu bisa memakai pembalut dengan ukuran lebih kecil yang bisa membantu mengurangi gesekan tersebut.
Terperangkapnya kelembapan dan udara panas juga bisa mengiritasi vulva dan menyebabkan ruam. Beberapa iritan yang berhubungan dengan pembalut serta pakaian dalam juga memicu ruam di area vulva, seperti keringat, urin, perekat pada pantyliner, hingga pakaian dalam berbahan nilon.
Dermatitis kontak merupakan istilah yang mendeskripsikan reaksi alergi pada kulit. Seseorang dengan kulit sensitif mungkin bereaksi terhadap jenis pembalut tertentu akibat bahan yang terkandung di dalamnya. Apabila kamu mengalami hal tersebut, kamu bisa mengganti merek pembalut.
Mengganti pembalut secara rutin sepanjang hari sangat penting. Sebab, membiarkan pembalut terlalu penuh dan terus menempel pada vulva bisa memicu munculnya ruam. Jarang mengganti pembalut bisa menyebabkan infeksi dengan gejala mulai dari gatal, bengkak, dan keputihan abnormal.(M-3)
Fenomena honeymoon cystitis baru-baru ini menjadi perbincangan di kalangan warganet, setelah seorang pengguna TikTok @dian_salma00 mengungkapkan pengalamannya.
Bayi belum memiliki bulu hidung sehingga belum memiliki filter untuk menyaring partikel asing termasuk partikel kecil pada bedak tabur.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
Masalah kulit bayi seperti ruam popok, kemerahan, hingga iritasi, masih menjadi keluhan umum yang sering dihadapi para orangtua.
Sebuah studi di Thailand mencatat bahwa 31,85% perilaku buruk pengguna lensa kontak adalah tidur tanpa melepasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved