Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANYANG-anyangan merupakan gejala yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi berkemih disertai dengan rasa tidak tuntas buang air kecil. Anyang-anyangan menjadi gejala yang sering terjadi pada ibu hamil. Lalu, apa penyebab anyang-anyangan saat hamil?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG memaparkan penyebab anyang-anyangan saat hamil melalui Instagram @dokterkeven dan melansir dari situs Rumah Sakit Pondok Indah;
Perubahan hormon ialah gejala yang tidak dapat dipungkiri akan terjadi pada suatu proses kehamilan. Perubahan umum yang terjadi adalah peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen.
Baca juga : Terinspirasi Nana Mirdad Selamatkan Bayi, Film Malam Keramat Kisahkan Perjuangan Ibu Hamil
Peningkatan kadar hormon tersebut akan meningkatkan suplai darah ke ginjal. Peningkatan suplai darah yang mengalir ke ginjal menghasilkan jumlah urin yang lebih banyak, hal ini pun mengakibatkan gejala anyang-anyangan.
Pada kehamilan trimester pertama (usia kehamilan 1-12 minggu), rahim yang terletak di rongga pelvis (panggul) terus mengalami pembesaran secara progresif.
Kondisi rahim yang membesar tersebut membuat kandung kemih yang terletak di depan rahim terdorong atau terdesak. Hal ini menyebabkan kapasitas penampungan urin menjadi lebih kecil dan mengakibatkan kencing menjadi lebih sering atau anyang-anyangan.
Penyebab lainnya ialah tidak tuntas saat berkemih. Kencing yang tidak tuntas merupakan kondisi ketika seseorang merasa ingin kencing lagi padahal ia baru saja buang air kecil. Hal ini karena masih ada urin yang tersisa di dalam kandung kemih.
Saat ibu hamil terlalu banyak mengonsumsi kafein juga bisa menyebabkan terjadinya anyang-anyangan. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi terlalu banyak kafein.(M-3)
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Peneliti memantau perubahan hampir 3.000 protein dalam tubuh selama puasa tujuh hari tanpa kalori.
Menopause sering dianggap sebagai akhir dari masa produktif perempuan, di mana tubuh mulai melemah, metabolisme melambat, dan energi menurun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved