Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS bahan bakar avtur dan diesel akibat konflik Timur Tengah melanda Asia dan diperkirakan mencapai Eropa pada April atau menjelang Mei, kata Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol.
"Masalah terbesar saat ini adalah kurangnya bahan bakar pesawat jet dan diesel. Ini menjadi tantangan utama. Kita sudah melihatnya di Asia, tetapi akan segera sampai, saya rasa pada April, akan sampai ke Eropa, atau mungkin awal Mei," kata Birol dalam sebuah podcast bersama Nicolai Tangen.
Ia mencatat bahwa minyak yang hilang pada April akan dua kali lebih besar dibanding Maret. Oleh karena itu, katanya, situasi ini akan menyebabkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak wilayah, terutama di negara-negara berkembang dan negara-negara yang sedang berkembang yang mengalami keterbatasan devisa.
Pada saat yang sama, CEO grup maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, Carsten Spohr, juga memperingatkan ancaman kelangkaan bahan bakar jet, terutama di luar Eropa, akibat gangguan pasokan yang disebabkan konflik di Timur Tengah.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian melakukan aksi balasan, dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. (Ant/P-3)
Pemerintah ajak masyarakat hemat energi demi stabilitas nasional. Simak 7 tips praktis dari IEA mulai dari transportasi hingga penggunaan AC dan lampu LED.
Israel tidak secara terbuka mengakui mereka memiliki senjata nuklir meskipun Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir.
International Energy Agency (IEA) memangkas perkiraannya untuk permintaan minyak pada 2023 untuk pertama kali tahun ini. Hal tersebut karena hambatan ekonomi makro.
Permintaan minyak global dapat mencapai puncaknya sebelum akhir dekade ini karena krisis energi mempercepat transisi ke teknologi yang lebih bersih.
Investasi dalam meningkatkan efisiensi energi harus tiga kali lipat pada dekade ini jika dunia ingin mempertahankan tujuan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved