Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MER-C menyatakan kesiapan untuk mengirim tim medis ke Libanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata, dengan fokus pada bantuan kesehatan bagi korban perang serta dukungan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kemanusiaan untuk membantu para korban perang yang terus bertambah di wilayah tersebut.
Ketua Presidium MER-C, Hadiki Habib mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri, serta Kedutaan Besar Libanon.
"MER-C akan menyiapkan misi kemanusiaan ke wilayah tersebut dan saat ini sedang melakukan koordinasi-koordinasi secara formal kepada berbagai pihak terkait," kata Hadiki dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (1/4).
Ia menjelaskan, bantuan yang akan diberikan difokuskan pada layanan medis bagi korban konflik, baik dalam bentuk tenaga kesehatan maupun logistik medis.
"MER-C akan fokus ke bantuan medis, ya, bantuan medis korban perang, baik tenaga maupun logistik kesehatan. Obat-obatan dan lain sebagainya," lanjutnya.
Rencananya, tim yang akan diberangkatkan terdiri dari sekitar 4 hingga 5 orang tenaga medis. Namun, keberangkatan tersebut masih menunggu kepastian situasi keamanan di lapangan, mengingat tingginya risiko di wilayah konflik.
Menurut Hadiki, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan misi kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan tim harus dipastikan sebelum diberangkatkan ke lokasi.
Selain itu, MER-C juga membuka kemungkinan untuk menyesuaikan lokasi penugasan tim medis sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara efektif tanpa membahayakan personel yang bertugas.
Eskalasi konflik di Libanon dalam beberapa waktu terakhir telah meningkatkan jumlah korban sipil serta kerusakan infrastruktur, termasuk fasilitas kesehatan. Kondisi ini mendorong berbagai lembaga kemanusiaan internasional untuk turut memberikan bantuan.
MER-C menegaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari upaya solidaritas kemanusiaan Indonesia terhadap masyarakat terdampak konflik, sekaligus kontribusi dalam meringankan beban korban di tengah situasi yang semakin memburuk. (Fer/I-1)
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka cita atas tiga prajurit TNI gugur di Libanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB bersama UNIFIL.
TNI mengebut pemulangan tiga jenazah prajurit perdamaian yang gugur di Lebanon. Proses terkendala dokumen internasional dan akses penerbangan konflik.
Pemerintah memberikan santuan bagi keluarga prajurit TNI yang gugur di Libanon.
ANGGOTA Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) aktif mendorong Dewan Keamanan PBB melakukan investigasi terkait gugurnya tiga prajurit TNI di Libanon
Tiga prajurit TNI dilaporkan tewas dalam insiden terpisah di wilayah operasi UNIFIL di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved