Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

MER-C Siap Kirim Tim Medis ke Libanon di Tengah Eskalasi Konflik

Ferdian Ananda Majni
01/4/2026 22:15
MER-C Siap Kirim Tim Medis ke Libanon di Tengah Eskalasi Konflik
Ilustrasi(Antara)

MER-C menyatakan kesiapan untuk mengirim tim medis ke Libanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata, dengan fokus pada bantuan kesehatan bagi korban perang serta dukungan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kemanusiaan untuk membantu para korban perang yang terus bertambah di wilayah tersebut.

Ketua Presidium MER-C, Hadiki Habib mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri, serta Kedutaan Besar Libanon.

"MER-C akan menyiapkan misi kemanusiaan ke wilayah tersebut dan saat ini sedang melakukan koordinasi-koordinasi secara formal kepada berbagai pihak terkait," kata Hadiki dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, bantuan yang akan diberikan difokuskan pada layanan medis bagi korban konflik, baik dalam bentuk tenaga kesehatan maupun logistik medis.

"MER-C akan fokus ke bantuan medis, ya, bantuan medis korban perang, baik tenaga maupun logistik kesehatan. Obat-obatan dan lain sebagainya," lanjutnya.

Rencananya, tim yang akan diberangkatkan terdiri dari sekitar 4 hingga 5 orang tenaga medis. Namun, keberangkatan tersebut masih menunggu kepastian situasi keamanan di lapangan, mengingat tingginya risiko di wilayah konflik.

Menurut Hadiki, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan misi kemanusiaan ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan tim harus dipastikan sebelum diberangkatkan ke lokasi.

Selain itu, MER-C juga membuka kemungkinan untuk menyesuaikan lokasi penugasan tim medis sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara efektif tanpa membahayakan personel yang bertugas.

Eskalasi konflik di Libanon dalam beberapa waktu terakhir telah meningkatkan jumlah korban sipil serta kerusakan infrastruktur, termasuk fasilitas kesehatan. Kondisi ini mendorong berbagai lembaga kemanusiaan internasional untuk turut memberikan bantuan.

MER-C menegaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari upaya solidaritas kemanusiaan Indonesia terhadap masyarakat terdampak konflik, sekaligus kontribusi dalam meringankan beban korban di tengah situasi yang semakin memburuk. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya