Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Indonesia Kecam Keras Serangan Kedua terhadap Pasukan UNIFIL di Libanon Selatan

Media Indonesia
31/3/2026 14:35
Indonesia Kecam Keras Serangan Kedua terhadap Pasukan UNIFIL di Libanon Selatan
Ilustrasi(Antara)

PEMERINTAH Indonesia menyampaikan kecaman tegas atas serangan kedua yang terjadi di wilayah Bani Haiyyan, Libanon selatan, pada Senin (30/3). Insiden tersebut menyebabkan dua personel pasukan penjaga perdamaian UNIFIL meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka saat menjalankan tugas.

Melalui pernyataan resmi di platform X, Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan duka mendalam atas gugurnya para penjaga perdamaian. Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta berharap personel yang terluka dapat segera pulih.

Indonesia: Serangan terhadap Pasukan PBB Tidak Dapat Diterima

Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB disebut sebagai hal yang mutlak dan tidak dapat dikompromikan.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia juga menilai bahwa insiden ini bukan kejadian terpisah. Situasi keamanan di Libanon selatan dinilai terus memburuk, terutama akibat operasi militer Israel yang masih berlangsung dan meningkatkan risiko terhadap personel PBB di lapangan.

Pelanggaran Hukum Internasional dan Tuntutan Investigasi

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap serangan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Oleh karena itu, Indonesia mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan.

Penyelidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. Indonesia juga menekankan pentingnya penegakan akuntabilitas penuh atas insiden ini.

Serangan Sebelumnya dan Korban dari Indonesia

Sebelumnya, pada Minggu (29/3), seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL juga gugur akibat tembakan artileri di sekitar Adchit Al Qusayr, Libanon selatan. Korban diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Selain itu, tiga personel lainnya Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa serangan terbaru terhadap konvoi logistik UNIFIL di Bani Haiyyan kembali menambah korban. Dua anggota pasukan Indonesia meninggal dunia dan dua lainnya terluka.

Total Korban Misi Perdamaian

Dengan adanya insiden terbaru ini, jumlah personel yang gugur dalam misi perdamaian di Libanon selatan kini mencapai tiga orang. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya