Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras ledakan di pos UNIFIL di Libanon Selatan. Ledakan itu menewaskan satu penjaga perdamaian asal Indonesia dan melukai penjaga lainnya, serta mendesak semua pihak menjamin keselamatan personel PBB.
Dalam pernyataan resminya, Guterres menyampaikan kecaman tegas atas peristiwa tersebut yang dinilai mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian asal Indonesia dari UNIFIL di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," katanya seperti dikutip laman X, Senin (30/3).
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia, seraya berharap korban luka dapat segera pulih.
"Belasungkawa terdalam saya sampaikan kepada keluarga, teman, dan rekan sejawat dari penjaga perdamaian yang gugur, serta kepada Indonesia. Saya berharap penjaga perdamaian yang terluka dapat segera pulih sepenuhnya," tambahnya.
Guterres menegaskan bahwa insiden ini merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang semakin meningkatkan risiko bagi keselamatan personel penjaga perdamaian di kawasan konflik.
"Ini hanyalah satu dari sekian banyak insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat konflik untuk mematuhi hukum internasional serta menjamin perlindungan terhadap personel dan aset PBB.
"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka di bawah hukum internasional serta memastikan keselamatan dan keamanan personel serta aset UN setiap saat," pungkasnya. (E-4)
SEORANG prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur di tengah meningkatnya eskalasi keamanan akibat konflik antara Hizbullah dan Israel.
SEORANG prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur di tengah meningkatnya eskalasi keamanan akibat konflik antara Hizbullah dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved