Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Houthi di Yaman untuk pertama kalinya melancarkan serangan langsung ke Israel, sekitar satu bulan setelah dimulainya operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Langkah ini membuka front baru dalam konflik yang kian meluas, yang telah menewaskan ribuan orang, memaksa jutaan warga mengungsi, serta mengguncang ekonomi global.
Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman itu meluncurkan dua serangan rudal dan drone dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pada Sabtu (28/3).
Militer Israel menyatakan seluruh serangan berhasil dicegat, namun Houthi menegaskan akan terus melanjutkan operasi militer sebagai bentuk dukungan terhadap front perlawanan di Palestina, Libanon, Irak, dan Iran.
Sebelumnya, Houthi tidak terlibat langsung dalam konflik ini, berbeda dengan peran mereka dalam perang di Gaza, ketika serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah sempat mengganggu jalur perdagangan global bernilai triliunan dolar.
Keterlibatan Houthi yang telah lama diperkirakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di jalur energi global. Iran diketahui membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, memicu kekhawatiran bahwa Houthi dapat memperluas aksinya dengan mengganggu Selat Bab al-Mandeb.
Melaporkan dari Sanaa, jurnalis Al Jazeera, Yousef Mawry, menyebut Bab al-Mandeb sebagai senjata andalan kelompok tersebut.
"Mereka ingin membuat Israel membayar secara ekonomi. Mereka ingin mengganggu jalur perdagangan mereka. Mereka ingin mengganggu impor dan ekspor masuk dan keluar Israel," ujarnya dilansir Al Jazeera, Minggu (29/3).
Di tengah eskalasi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington berharap dapat mengakhiri operasi militernya terhadap Iran dalam beberapa minggu, meskipun pengerahan tambahan pasukan Marinir AS terus berlangsung untuk memberi Presiden Donald Trump fleksibilitas strategi.
Namun, tanpa adanya terobosan diplomatik, kekhawatiran meningkat bahwa konflik ini dapat semakin meluas dan sulit dikendalikan.
Dalam 24 jam terakhir, serangan udara AS-Israel terus berlanjut. Militer Israel mengklaim telah menargetkan fasilitas penelitian senjata angkatan laut Iran, sementara ledakan besar dilaporkan terjadi di Teheran.
Media Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan terhadap kawasan permukiman di Zanjan.
Di Teheran, otoritas setempat menyebut Universitas Sains dan Teknologi menjadi salah satu target serangan terbaru, yang memicu ancaman dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap institusi pendidikan di AS dan Israel.
Kantor berita Fars juga melaporkan serangan terhadap waduk air di kota Haftgel, provinsi Khuzestan. Kementerian Kesehatan Iran menyebut jumlah korban tewas sejak awal konflik mencapai 1.937 orang, termasuk 230 anak-anak. Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 93.000 properti sipil mengalami kerusakan.
"Warga sipil menanggung beban terberat dari perang ini," kata Mohamed Vall dari Al Jazeera yang melaporkan dari Teheran.
Sementara itu, di Libanon, serangan Israel terus berlanjut dengan intensitas tinggi.
Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan 1.189 orang tewas sejak 2 Maret. Operasi militer Israel di wilayah selatan disebut bertujuan membentuk zona penyangga di sekitar Sungai Litani.
Dalam perkembangan terbaru, serangan Israel dilaporkan menewaskan tiga jurnalis dan sembilan tenaga medis di Libanon selatan.
Total korban dari kalangan tenaga kesehatan dalam konflik ini kini mencapai 51 orang.
Kelompok Hizbullah mengeklaim telah melancarkan puluhan serangan terhadap pasukan Israel dalam 24 jam terakhir, sebagai respons atas serangan yang terus berlangsung.
Di sisi diplomatik, pesan yang muncul masih beragam. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz, namun kemudian memperpanjang tenggat waktu tersebut selama 10 hari.
Utusan Trump, Steve Witkoff, menyatakan optimisme terhadap peluang negosiasi.
"Kami memiliki rencana 15 poin di atas meja. Kami berharap Iran akan merespons. Itu bisa menyelesaikan semuanya," ujarnya.
Upaya mediasi juga terus dilakukan. Pakistan, yang menjadi perantara antara Washington dan Teheran, dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan menteri luar negeri dari sejumlah negara regional, termasuk Arab Saudi, Turki, dan Mesir.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, dalam pembicaraan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, mendesak pengakhiran semua serangan dan permusuhan di kawasan.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmen Islamabad untuk mendukung stabilitas regional.
Dar juga mengungkap bahwa Iran telah menyetujui izin bagi 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz, yang dinilai sebagai langkah penting dalam meredakan tekanan terhadap krisis energi global. (Fer/I-1)
AMPHURI mengapresiasi Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia yang menegaskan pelaksanaan ibadah haji 2026 akan berlangsung aman meski ada konflik Iran-AS-Israel.
PEMERINTAH Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta sekutu membantu mengawal tanker minyak.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved