Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

WHO: 14 Petugas Medis Tewas dalam Serangan Udara di Libanon

Media Indonesia
15/3/2026 13:26
WHO: 14 Petugas Medis Tewas dalam Serangan Udara di Libanon
Serangan Israel ke Lebanon(AFP)

SEBANYAK 14 petugas medis dilaporkan tewas akibat serentetan serangan terhadap pusat layanan kesehatan di Lebanon yang terjadi sepanjang Jumat (13/3).

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi kabar memilukan tersebut melalui unggahannya di platform X pada Sabtu.

"WHO telah mengonfirmasi bahwa 12 dokter, paramedis, dan perawat tewas dalam serangan tengah malam di pusat layanan kesehatan primer Bourj Qalaouiyeh. Beberapa jam sebelumnya, dua paramedis juga tewas dalam serangan terhadap fasilitas kesehatan di Al Sowana," ungkap Ghebreyesus.

Berdasarkan data WHO, telah tercatat sedikitnya 27 serangan yang menargetkan fasilitas kesehatan di Lebanon sejak 2 Maret lalu. Rentetan serangan tersebut sejauh ini telah menelan 30 korban jiwa dan melukai 35 orang lainnya dari kalangan tenaga medis.

Namun, data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan angka yang lebih mengkhawatirkan. Pihak kementerian menyebut serangan Israel telah menewaskan 26 petugas medis dan melukai lebih dari 50 orang dalam periode yang sama. Secara keseluruhan, total korban tewas akibat konflik ini telah mencapai 826 jiwa, dengan lebih dari 2.000 orang luka-luka.

Ketegangan memuncak dipicu oleh serentetan roket yang ditembakkan dari wilayah Lebanon ke arah Israel pada 2 Maret. Kelompok Hezbollah mengeklaim bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut.

Militer Israel kemudian merespons dengan melancarkan operasi serangan besar-besaran ke berbagai wilayah berpenduduk di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut. Situasi ini memaksa ratusan ribu warga sipil meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di daerah-daerah yang lebih aman, memicu krisis kemanusiaan yang semakin dalam.

(Ant/Sputnik/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya