Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

IRGC Tahan 10 Mata-Mata AS-Israel, Ancam Hukuman Masa Perang

Media Indonesia
11/3/2026 16:36
IRGC Tahan 10 Mata-Mata AS-Israel, Ancam Hukuman Masa Perang
Kota di Israel yang hancur akibat serangan Iran dan Hizbullah.(Al Jazeera)

KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah menahan 10 orang yang diduga kuat bekerja sama dengan intelijen Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penangkapan ini dilakukan di tengah situasi keamanan yang sangat rawan menyusul agresi militer terhadap Teheran akhir bulan lalu.

"Sepuluh individu yang berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan Israel telah diidentifikasi dan ditahan," tegas pernyataan resmi IRGC sebagaimana dikutip dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Selasa (10/3/2026).

Ancaman Hukuman Masa Perang

Pihak IRGC memberikan sinyalemen kuat bahwa para tahanan tersebut tidak akan diadili melalui prosedur hukum biasa. Mengingat kondisi negara yang sedang terlibat kontak senjata, IRGC menyatakan bahwa para tersangka akan menerima hukuman masa perang.

Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menghantam sejumlah titik strategis di Teheran yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban sipil.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dan Dampak Global

Konflik ini mencapai titik kritis setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer AS-Israel. Saat ini, Republik Islam Iran masih menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Meskipun pihak Barat awalnya berdalih serangan tersebut bersifat preemtif untuk menghentikan program nuklir, narasi tersebut bergeser pada upaya perubahan kekuasaan (regime change) di Iran. Hal ini memicu gelombang balasan dari Iran yang menyasar fasilitas militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Reaksi Rusia: Presiden Vladimir Putin mengecam keras pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis. Rusia mendesak penghentian permusuhan segera untuk menghindari kehancuran total di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, identitas ke-10 orang yang ditahan belum diungkapkan ke publik. Namun, operasi kontra-intelijen IRGC dilaporkan masih terus berlangsung guna menyisir jaringan mata-mata asing lainnya di wilayah kedaulatan Iran. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya