Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Iran Gempur Kelompok Kurdi di Irak Seiring Meluasnya Konflik

Haufan Hasyim Salengke
05/3/2026 17:19
Iran Gempur Kelompok Kurdi di Irak Seiring Meluasnya Konflik
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan daerah di pinggiran selatan Beirut pada 5 Maret 2026.(AFP)

MILITER Iran mengonfirmasi serangan udara terhadap kelompok-kelompok Kurdi di wilayah Irak. Langkah ini diambil sebagai peringatan keras terhadap kelompok separatis yang dianggap mencoba memanfaatkan situasi di tengah meluasnya cakupan perang.

Saluran televisi berita milik pemerintah Iran, Press TV, melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer Iran tengah melancarkan operasi serangan yang menargetkan "kekuatan separatis anti-Iran".

Meski tidak merinci lokasi spesifik titik-titik serangan, laporan ini memperkuat pernyataan pejabat keamanan tinggi Iran sebelumnya mengenai tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mencoba mengambil keuntungan dari situasi 'mode perang' saat ini.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memperingatkan pihak-pihak yang mencoba melakukan infiltrasi. "Kelompok separatis tidak boleh mengira ada angin segar yang berhembus dan mencoba mengambil tindakan. Kami tidak akan menoleransi mereka dengan cara apa pun," tegas Larijani.

Konfirmasi ini datang saat serangkaian ledakan baru dilaporkan mengguncang ibu kota Iran, Teheran, Kamis (5/3).

Ancaman Ekonomi Global

Di sektor energi, Garda Revolusi Iran mengeklaim telah menutup Selat Hormuz, jalur krusial yang menyalurkan seperlima pasokan minyak mentah dunia. Data dari firma intelijen pasar Kpler menunjukkan transit kapal tanker minyak telah anjlok hingga 90%.

Kondisi ini memicu guncangan hebat di pasar global. Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perang ini akan kembali menguji ketahanan ekonomi dunia secara ekstrem. Selain disrupsi energi, konflik ini juga memicu kekacauan perjalanan udara internasional dan tekanan inflasi yang diprediksi akan segera dirasakan oleh negara-negara di seluruh dunia.(Al-Jazeera/Bangkok Post/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya